Masa Iya Prabowo Benar-Benar Mau Menerima Projo & Budi Arie? Ah, Genit
jpnn.com - JAKARTA - Peneliti senior dari Citra Institute Efriza menanggapi pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie yang mengatakan kepanjangan dari nama organisasinya bukan pro-Jokowi.
Efriza menilai pernyataan Budi Arie itu menunjukkan organisasi sukarelawan tersebut sudah mulai meninggalkan patron politiknya selama ini, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Itu menunjukkan Budi Arie serta Projo dan Jokowi sama-sama mulai meninggalkan satu sama lain," kata Efriza kepada JPNN.com, Senin (3/11).
"Tentu saja alasannya karena Jokowi tidak lagi berkomitmen bersama sukarelawannya melainkan ingin konsentrasi membesarkan PSI demi karir politik keluarganya," imbuhnya.
Dia pun menilai Projo sudah sepantasnya ganti nama baru jika ingin bergabung dengan Gerindra.
"Projo dibubarkan, lalu membentuk yang baru dengan membuat nama baru dan kepengurusan baru, jika ingin bergabung dengan Gerindra," kata Efriza.
Namun, dia mengaku ragu apakah Gerindra berkenan menerima Budie Arie dan Projo.
Efriza juga meragukan kesungguhan permintaan Presiden Prabowo yang meminta Budi Arie bergabung ke Gerindra.
Dia pun menilai Projo sudah sepantasnya ganti nama baru jika ingin bergabung dengan Gerindra.
- Hotman Paris Bawa Nama Prabowo dalam Kasus Eks Jampidsus, Gerindra Merespons
- Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
- Ingatkan Hotman Paris, Pemuda Muhammadiyah: Cukup Bela Klien, Tak Perlu Bawa-Bawa Presiden
- Pakar Sebut Diplomasi Prabowo Buka Peluang Investasi bagi Indonesia
- Panen Raya Bareng Panglima & 3 Kepala Staf Angkatan, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
- Apresiasi Peresmian Groundbreaking Blok Masela, Garuda Institute: Momentum Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
JPNN.com




