Rabu, 14 November 2018 – 15:51 WIB

Masih Dikenang, Johannes Auri Terharu

Senin, 18 Maret 2013 – 03:04 WIB
Masih Dikenang, Johannes Auri Terharu - JPNN.COM

Johannes Auri (berbaju biru) usai menerima penghargaan di Gedung Dewan Pers, Minggu (17/3). Foto : Natalia Laurens/JPNN

JAKARTA - Mantan pemain Timnas sepak bola era 1970-an, Johanes Auri, mengaku gemetar saat dinobatkan sebagai penerima penghargaan "The Right Man on The Right Place" dari sebuah portal berita. Pesepak bola yang biasa dijuluki Black Silent ini mengaku tak menyangka namanya masih tetap dikenang masyarakat pecinta sepak bola tanah air.

"Saya pernah bermimpi mendapat karunia Tuhan di dunia sepa kbola. Dan benar dengan kasih Tuhan, di usia 18 tahun saya tergabung di Timnas Indonesia. Salah satu anak Papua yang memperkuat Tim Merah Putih," ujar Johanes saat memberi sambutan pada penobatannya sebagai penerima penghargaan itu di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (17/3).

Johanes adalah salah satu legenda hidup sepak bola tanah air dari Persipura. Meski kakinya tak lagi selincah dulu, Johanes kini masih berkiprah di dunia sepak bola.

Ia saat ini masuk dalam Komite Etik PSSI. Sebagai anak Papua, Johanes menyatakan bangga menjadi seorang pemain Timnas. Karena kecintaannya pada sepak bola sejak kecil, ia rela mengumpulkan botol-botol minuman untuk dijual kembali. Uang hasil penjualan botol minuman ia gunakan untuk membeli aksesoris sepak bola seperti sepatu, celana dan kaos.

Demi sepatu bola pula, ia rela mengumpulkan batok kelapa dan membelah kayu untuk dijual. "Dulu sepatu yang pernah saya beli harganya Rp 15 ribu. Sepatu itu dulu dipakai Waskito, pemain legendaris Indonesia tahun 1960-an. Saya sangat senang pakai sepatu itu," tuturnya bangga.

Kebahagiaan Johannes bertambah ketika yang menyerahkan penghargaan padanya adalah Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah asal Papua, Velix Wanggai. Johannes tampak terharu ketika menerima anugerah penghargaan itu. Di akhir acara ia bersama Velix pun larut dalam tarian khas Papua bersama beberapa penari. (flo/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar