Rabu, 17 Juli 2019 – 05:30 WIB

Masinis Dijerat dengan Ancaman Berlapis

Senin, 04 Oktober 2010 – 06:06 WIB
Masinis Dijerat dengan Ancaman Berlapis - JPNN.COM

PEMALANG - Kepolisian Resort Pemalang pada Minggu (3/10) dini hari menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek, Muhamad Halik Rusdianto, sebagai tersangka dalam insiden kereta api di Stasiun Petarukan, Pemalang. Hal itu diungkapkan salah seorang penasehat hukum Halik Rusdianto, Tugiman SH.

Menurut Tugiman, masinis yang diduga mengantuk itu melanggar pasal berlapis. Di antaranya pasal 359, 360 361 KUHP dan pasal 206 Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Masing-masing ancaman hukumannya mencapai lima tahun, dan dipecat dari statusnya sebagai pegawai.

Tugiman menegaskam, Halik Rusdianto dinilai lalai dalam kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa 35 penumpang. "Berdasarkan kesaksian saat pemeriksaan, Halik sudah berusaha mengerem. Tapi karena ngantuk, Halik pun kaget. Maka terjadilah kecelakaan itu," paparnya.

Mestinya, lanjut dia lagi, operator stasiun langsung memindahkan segel atau jalur kereta setelah KA Senja Utama itu masuk. Menurutnya, hal itu nantinya akan dijadikan sebagai landasan saat di pengadilan. "Sangat disayangkan, seharusnya operator langsung memindahkan ke jalur satu," imbuh dia.

Kendati Halik sudah dijadikan tersangka, namun Tugiman tetap mengupayakan untuk penangguhan penahanan. Sebab menurutnya, ia menjamin tersangka tidak akan melarikan diri karena kliennya itu seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu jika diperlukan sewaktu-waktu, kliennya dipastikan siap memenuhi panggilan. "Saya jamin tidak akan lari, karena dia masih berstatus PNS," ujarnya lagi.

Sementara Kapolres Pemalang, AKBP Sofyan Nugroho, masih enggan berkomentar saat dikonfirmasi soal penetapan Halik sebagai tersangka. Bahkan ia pun selalu menghindar ketika sejumlah pemburu berita menghampirinya.

Namun Kepala Seksi Hukum Daerah Operasi IV PT KAI, Sudjanto, mengaku siap memberi bantuan hukum kepada pekerja KAI ketika menghadapi masalah hukum saat bekerja. Karena menurutnya, hal itu merupakan salah satu dasar perjanjian antara manajemen KAI dengan serikat pekerja kereta api.

"Meski tersangka masinis dari Jakarta, tapi kami tetap mendapat kewenangan untuk menangani persoalan yang dihadapi Halik. Karena TKP nya berada di wilayah DAOP kami," tegasnya.

Dia menambahkan, pasca kecelakaan pada Satbu (2/10) dini hari lalu, sejumlah pihak di PT KAI sudah diperiksa. Antara lain pengawas kereta, kepala stasiun (KS), masinis dan asistennya. "Hingga kini, mereka masih dalam pemeriksaan," pungkasnya.(k2/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar