Masjid Milik Uighur Dihancurkan, Diganti Pembangunan Hotel Mewah Ini

Masjid Milik Uighur Dihancurkan, Diganti Pembangunan Hotel Mewah Ini
Pelajar dari etnis Uighur mempelajari Alquran dan Hadis di Institut Islam Xinjiang, Kamis (03/01/2019). Lembaga tersebut difasilitasi pemerintah Tiongkok untuk mencetak para imam yang bebas dari pengaruh radikalisme dan ektremisme. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie

jpnn.com, XINJIANG - Sebuah masjid di Provinsi Xinjiang, China dihancurkan demi pembangunan sebuah hotel megah, yaitu Hotel Hilton.

Sekelompok aktivis hak-hak sipil Muslim-Amerika di Amerika Serikat menggelar aksi mengampanyekan boikot Hilton Worldwide, atas rencana perusahaan untuk membangun sebuah hotel di lokasi masjid Uighur di Hotan yang diratakan pihak berwenang di Xinjiang China.

Berbicara pada konferensi pers yang diadakan di depan markas Hilton di Virginia, Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi yang menggelar aksi tersebut mengatakan bahwa mereka telah “bernegosiasi secara tidak langsung” dengan grup hotel tetapi upaya itu "tidak berhasil".

“Hari ini, kami mengumumkan kampanye boikot global terhadap Hilton,” kata direktur eksekutif CAIR, Nihad Awad.

Dia menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berkontribusi pada penghancuran budaya Uighur.

China telah melakukan tekanan terhadap etnis muslim Uighur dengan penahanan massal, sterilisasi paksa, memisahkan anak-anak dari keluarga dan menghancurkan tempat ibadah serta budaya. 

Namun, pemerintah China telah membantah tudingan  tersebut.

Nihad Awad mengatakan mereka diberitahu tentang rencana pembangunan hotel tersebut pada awal Juni. 

Sekelompok aktivis hak-hak sipil Muslim-Amerika di Amerika Serikat menggelar aksi menentan pembangunan hotel mewah di lokasi masjid milik Uighur sebelumnya.