Mbak Rika Ungkap Fakta soal Video Wanita di Rumah Dinas Kalapas Waingapu NTT

Mbak Rika Ungkap Fakta soal Video Wanita di Rumah Dinas Kalapas Waingapu NTT
Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Dia menekankan bahwa video yang beredar saat ini merupakan video lama yang terjadi di tahun 2024, namun diunggah kembali oleh akun-akun media sosial dengan narasi yang tidak tepat, di antaranya terkait waktu kejadian.

"Komitmen Ditjenpas tetap sama, tidak ada toleransi terhadap terjadinya pelanggaran. Apabila terbukti maka sanksi tegas akan diterapkan," kata Rika.

Rika menyebut Ditjen PAS mengapresiasi masukan yang membangun dari masyarakat, dan meminta dukungannya untuk mengoreksi informasi yang salah.

Dia mendorong masyarakat bersikap bijak dalam menerima informasi, tidak terburu-buru membentuk opini, tanpa didukung fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berharap dukungan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan informasi yang telah terverifikasi, memahami konteks suatu peristiwa secara utuh, serta tidak menyebarluaskan informasi yang berpotensi menimbulkan disinformasi maupun kesalahpahaman di ruang publik," ujar Rika.

Sebuah video berdurasi 3 menit beredar luas di sejumlah media sosial dengan narasi penggerebekan di Rumah Dinas Kalapas Waingapu.

Dalam video tersebut, petugas menemukan seorang wanita yang mengenakan pakaian minim, yang diduga bukanlah penghuni resmi.

Adapun penggerebekan dilakukan karena petugas menerima laporan penyalahgunaan wewenang dalam menempati rumah dinas milik negara.(Ant/JPNN)

Ditjen PAS mengungkap fakta soal video viral petugas menemukan wanita saat penggerebekan rumah dinas Kalapas Waingapu, Sumba Timur, NTT.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News