McDonald's Buka Jalan bagi Talenta Muda, Indra Sjafri Pimpin Latihan Istimewa
Menurut Indra, metode tersebut disusun agar kemampuan teknik berkembang seiring dengan pemahaman bermain secara kolektif.
"Dalam pembinaan usia dini, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan."
"Melalui rotasi di setiap zona latihan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan," tambah mantan pelatih Bali United itu.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam sepak bola tidak hanya ditentukan kemampuan mengolah bola, tetapi juga karakter.
"Dalam olahraga memang harus ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukanlah tujuan akhir. Setiap kemenangan harus diraih dengan cara-cara yang baik," tambahnya.
Selain berlatih, peserta memperoleh kesempatan berdialog dengan pemain profesional. Di Bandung, Atep berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya hingga mampu menembus level tertinggi sepak bola Indonesia.
"Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota kecil dengan akses dan fasilitas yang serba terbatas. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad saya untuk menjadi pemain profesional," ucap mantan pemain Persib itu.
Program tersebut juga mendapat sambutan positif dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ikut mengirimkan peserta.
Semangat sepak bola yang tengah melanda Indonesia dimanfaatkan McDonald's Indonesia untuk menghadirkan wadah pembinaan bagi generasi muda.
- Cerita 500 Relawan McD Menjadi "Kakak Bimbing" Bagi Ribuan Anak Marginal
- Timnas Indonesia Luar Biasa, tetapi Indra Sjafri Kasih Nilai Enggak Sampai 8
- Coaching Clinic dengan Legenda Jepang Jadi Upaya Perkuat Fondasi Sepak Bola Putri
- Bukan Cuma 340 Anak, Real Madrid Foundation Juga Bekali 50 Pelatih Indonesia
- Cerita Panjang di Balik Renyahnya Ayam Krispy McDonalds
- Puluhan Ribu Kendaraan Ramaikan National Drive Thru Day McDonald’s
JPNN.com




