Medan Magnet Rel Kereta Disebut Tak Ganggu Sistem Listrik Mobil

Medan Magnet Rel Kereta Disebut Tak Ganggu Sistem Listrik Mobil
Jalur perlintasan kereta api sebidang di Anak Aia, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2025). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

"Faktor penyerta yang memperparah kedua skenario adalah infrastruktur perlintasan yang tidak memadai, perlintasan tanpa palang pintu resmi, tanpa sistem deteksi kendaraan, dan keberadaan perlintasan sebidang di jalur padat yang seharusnya sudah diganti dengan underpass," ia menjelaskan.

Yannes mengemukakan bahwa mobil listrik (Electronic Vehicle/EV) secara teknis memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan elektromagnetik, sehingga kecil kemungkinan mobil listrik akan mati mendadak ketika melintasi jalur kereta api.

"Secara teknis, EV memiliki potensi yang sangat rendah untuk mati mesin secara mendadak saat melintasi rel kereta api, karena medan elektromagnetik yang dihasilkan rel terlalu lemah untuk memengaruhi sistem kelistrikan kendaraan, baik EV maupun mobil berbahan bakar konvensional," tuturnya.

Menurut dia, mobil listrik modern telah dirancang dengan pelindung interferensi elektromagnetik dan wajib lolos serangkaian uji kompatibilitas sebelum dipasarkan.

Kendaraan elektrik antara lain harus memenuhi standar ISO 11451 dan ISO 11452 untuk memastikan ketahanan kendaraan dan komponennya terhadap paparan medan elektromagnetik serta ISO 7637 untuk menguji gangguan listrik pada sistem tegangan tinggi.

Selain itu, Yannes mengatakan, mobil listrik harus memenuhi ketentuan tentang emisi radiasi serta kompatibilitas elektromagnetik kendaraan. (Antara/jpnn)


Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu menanggapi mengenai isu yang berkembang mengenai mobil listrik.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News