Medan Magnet Rel Tak Bikin Mobil Mogok, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Yannes menambahkan mobil modern telah dirancang tahan terhadap gangguan elektromagnetik.
Seluruh komponen elektronik wajib lolos uji standar kompatibilitas elektromagnetik (EMC) internasional, seperti ISO 11452, yang mensyaratkan ketahanan terhadap paparan hingga ratusan volt per meter.
Sementara itu, paparan dari rel kereta api bahkan tidak mencapai 0,01 volt per meter.
Perlindungan juga datang dari struktur kendaraan itu sendiri.
Bodi mobil berbahan logam bekerja layaknya pelindung elektromagnetik alami atau Faraday cage.
Bodi mampu meredam paparan dari luar secara signifikan sebelum mencapai sistem inti kendaraan.
Dengan berbagai faktor tersebut, Yannes menegaskan tidak ada alasan teknis yang mendukung klaim bahwa medan magnet rel bisa membuat mobil tiba-tiba berhenti.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Dia menjelaskan kasus mobil mati di perlintasan kereta lebih sering dipicu faktor mekanis dan kesalahan pengemudi.
Pakar menegaskan anggapan bahwa medan magnet rel kereta menjadi penyebab mobil mogok tidak memiliki dasar ilmiah.
- Rahasia Teknologi BYD Dibuka ke Publik, Pengunjung Bisa Mengintip dari Dekat
- MDLA Hadirkan Armada Mobil Listrik Pertamanya
- Tren Berubah, Masyarakat Semakin Banyak Beralih ke Mobil Listrik
- Alasan Purbaya Menunda Insentif Bagi Kendaraan Listrik
- Subsidi EV Dinilai Jadi Titik Kebangkitan Industri Baterai NMC Indonesia
- Mengenal Teknologi Mobil Listrik REEV: Ini Bedanya dari HEV, PHEV, dan BEV
JPNN.com




