Medan Magnet Rel Tak Bikin Mobil Mogok, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Permukaan rel yang tidak rata atau menonjol dapat menghambat laju kendaraan.
Dalam kondisi melambat, terutama pada mobil manual, penggunaan gigi yang tidak tepat bisa membuat putaran mesin turun hingga akhirnya mati.
Situasi bisa memburuk ketika pengemudi panik dan gagal mengoperasikan kopling atau melakukan perpindahan gigi dengan benar.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur juga berperan besar. Perlintasan tanpa palang pintu, minim sistem deteksi, hingga lokasi di jalur padat yang belum dilengkapi underpass meningkatkan risiko kecelakaan.
Yannes juga memastikan mobil listrik pun memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan elektromagnetik.
Sistem kelistrikannya telah dirancang dengan perlindungan berlapis dan wajib melewati serangkaian uji standar internasional sebelum dipasarkan.
Kesimpulannya, mobil mogok di rel kereta bukan disebabkan oleh medan magnet, melainkan kombinasi faktor teknis kendaraan, kondisi jalan, dan respons pengemudi di lapangan. (ant/jpnn)
Pakar menegaskan anggapan bahwa medan magnet rel kereta menjadi penyebab mobil mogok tidak memiliki dasar ilmiah.
Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha
- Rahasia Teknologi BYD Dibuka ke Publik, Pengunjung Bisa Mengintip dari Dekat
- MDLA Hadirkan Armada Mobil Listrik Pertamanya
- Tren Berubah, Masyarakat Semakin Banyak Beralih ke Mobil Listrik
- Alasan Purbaya Menunda Insentif Bagi Kendaraan Listrik
- Subsidi EV Dinilai Jadi Titik Kebangkitan Industri Baterai NMC Indonesia
- Mengenal Teknologi Mobil Listrik REEV: Ini Bedanya dari HEV, PHEV, dan BEV
JPNN.com




