Megawati dan Kuasa Usaha Irak Bahas Geopolitik Timur Tengah

Megawati dan Kuasa Usaha Irak Bahas Geopolitik Timur Tengah
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Irak untuk Indonesia, Ammar Hameed Saadallah Al-Khalidy. Foto: PDIP

"Ternyata Bung Karno sudah melontarkan ide reformasi PBB di tahun 1960 melalui pidatonya, jauh sebelum pembahasan masalah reformasi PBB yang ramai dibahas sejak 1993," kata Al-Khalidy.

Pertemuan ditutup dengan foto bersama dan saling memberi cendera mata. Megawati memberikan buku Bung Karno tentang Pancasila edisi bahasa Inggris, naskah pidato Bung Karno di PBB berjudul To Build the World Anew, biografi politik Megawati dalam bahasa Arab, miniatur Candi Borobudur, serta kemeja tenunan Endek dari Bali.

"Harapan saya, kalau Yang Mulia memakai baju ini akan selalu ingat saya dan Indonesia, kata Megawati sambil tersenyum. Tentu, Yang Mulia," jawab Al-Khalidy.

Sebagai balasan, KUAI Kedubes Irak memberikan lukisan khas Irak yang menggambarkan arsitektur klasik daerah Al-Kadzimiyah di Baghdad serta manisan khas Baghdad yang disebut al-manna wa salwa. Sejak terjadinya serangan AS dan Israel terhadap Iran, sejumlah duta besar negara sahabat dilaporkan menemui Megawati di kediamannya. (tan/jpnn)


Megawati dan diplomat Irak bahas krisis Timur Tengah hingga penolakan perang 2003.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News