Megawati Jadi Pembicara Pertama di Forum Dialog Peradaban Global Beijing
jpnn.com, BEIJING - Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menjadi pembicara pertama dalam Dialog Peradaban Global yang digelar di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Beijing, Kamis (10/7).
Forum tersebut dihadiri sekitar 600 perwakilan dari 144 negara dan dibuka dengan pembacaan pesan dari Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping serta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Sambutan pembuka disampaikan oleh Sekretaris Utama di Sekretariat Partai Komunis Tiongkok, Cai Qi, sebelum Menteri IDCPC Liu Jianchao mempersilakan Megawati untuk naik ke podium.
Megawati menjadi pembicara pertama yang kemudian dilanjutkan oleh para tokoh dunia seperti Presiden Namibia Nangolo Mbumba, mantan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama, mantan Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf, mantan Perdana Menteri Belgia Yves Leterme, dan mantan Perdana Menteri Nepal Jhala Nath Khanal.
Mengenakan busana merah, Megawati hadir didampingi Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Dewan Pakar BPIP Darmansjah Djumala, dan pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie.
"Dengan penuh kerendahan hati dan rasa hormat yang mendalam, saya berdiri di hadapan para pemimpin dunia, para negarawan dan pemikir lintas peradaban serta pejuang kemanusiaan dari berbagai bangsa, yang pada hari ini berkumpul dengan satu tekad: membangun masa depan umat manusia yang lebih damai, adil, dan berkeadaban," ujar Megawati dalam pidatonya.
Ia menyampaikan penghargaan atas undangan yang diberikan kepadanya oleh pemerintah Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok.
"Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Xi Jinping serta Partai Komunis Tiongkok, atas kehormatan dan undangan yang diberikan kepada saya untuk hadir dalam forum penting ini," lanjut Megawati.
Menurut Megawati, forum tersebut bukan sekadar pertemuan tokoh dunia, melainkan sebuah panggilan nurani bagi siapa pun yang mendambakan dunia yang adil dan beradab.
Penghargaan atas undangan yang diberikan kepadanya oleh pemerintah Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok.
- Sidang Tahunan MPR, Megawati & SBY Absen, Jokowi Hadir
- Menjelang HUT ke-81 RI, Ketum PA GMNI Bicara Arsip Otentik Demi Pelurusan Sejarah
- Sepakat dengan Ketum PDIP, Waketum PAN: Sistem di Indonesia Tak Mengenal Oposisi
- Perkuat Strategi Taruna Merah Putih, PDI Perjuangan Rangkul Generasi Muda Menuju 2029
- Megawati Kritik MBG Langsung di Depan Prabowo: Mbok, Sesekali Ada Rendang
- Megawati Lantik Pinka, Falah, dan Andi Pimpin Sayap PDIP
JPNN.com




