Megawati Usulkan Piagam Masa Depan Bersama sebagai Etika Global Bangun Dunia Damai
“Nilai-nilai dalam Etika Universal tersebut, saya yakini dapat meredakan ketegangan global yang ditimbulkan oleh konflik bersenjata, rivalitas kekuatan besar, dan pertarungan kepentingan ekonomi yang tidak sehat yang telah membawa umat manusia mendekati titik balik peradabannya,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa jalan menuju dunia yang damai tak bisa lagi dibangun melalui kekuatan politik atau dominasi ekonomi, melainkan melalui budaya baru yang mengedepankan perdamaian.
“Gagasan sederhana ini adalah langkah kecil menuju dunia besar yang damai. Kita bisa memulai budaya baru: budaya perdamaian yang berakar pada keadaban, bukan kekuatan politik dan senjata. Yang paling utama dan selalu diingat, kita harus membangun jalan peradaban yang adil dan damai bagi generasi baru manusia di dunia,” ucapnya.
Megawati menggambarkan situasi dunia saat ini sebagai musim pancaroba global, tetapi tetap optimistis bahwa sejarah masih bisa diubah jika keberanian untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan tetap menyala.
“Dunia sedang berada di ambang perpecahan dalam musim pancaroba saat ini. Tapi kita harus tetap optimis masih ada harapan bahwa sejarah bisa kita ubah, asal kita mau berdiri di atas kebenaran dan keadilan,” tutur Megawati.
Usulan Piagam Masa Depan Bersama itu melengkapi dukungan Megawati terhadap Global Civilization Initiative yang dicanangkan Presiden Xi Jinping pada 15 Maret 2023 dalam Dialog Tingkat Tinggi Partai Komunis Tiongkok dan Partai-Partai Politik Dunia.
Forum ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok dengan tema “Safeguarding Diversity of Human Civilizations for World Peace and Development,” dan dihadiri ratusan perwakilan dari berbagai negara. (tan/jpnn)
Forum ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok.
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- Kemitraan CHEK-KALGen Innolab Dorong Kemandirian Diagnostik Genomik
- Kasus Korupsi LPEI: SC Lowy Keberatan Aset Jaminan Hendarto Dirampas untuk Negara
- Nusron Wahid Mangkir, KPK Pertanyakan Komitmen Menteri ATR/BPN
- PDI Perjuangan Kutuk Penganiayaan Koordinator Sospol BEM UI Hafidz Hernanda
- Minta Penganiayaan Aktivis BEM UI Diusut Tuntas, Gus Falah: Negara Tidak Boleh Kalah
- MK Tak Temukan Ijazah Gibran, Deddy PDIP Langsung Serukan Hak Angket
JPNN.com




