Melangkah ke Langkahan: Menyaksikan Napas Ketabahan dari Tenda Pengungsian
Oleh: dr. Citra Fitri Agustina - Wakil Dekan III FK Universitas YARSI
jpnn.com - Hujan deras beberapa waktu terakhir tak hanya menyisakan genangan dan lumpur.
Di Aceh Utara, hujan membawa pergi rumah, harapan, dan rasa aman banyak keluarga.
Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mengubah permukiman menjadi lautan lumpur, meninggalkan warga dalam ketidakpastian.
Banyak di antara mereka kini tinggal di tenda darurat, bangunan aman sementara, hingga menumpang di rumah warga lain.
Senin, 22 Desember lalu—bertepatan dengan Hari Ibu—tim Relawan Medis FK Universitas YARSI dan RS YARSI melangkahkan kaki menuju Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Dengan dukungan hibah dari Kemensaintekdikti Berdampak, berkolaborasi bersama Svara.org dan SOS Indonesia, kami tak hanya membawa tenaga medis, tetapi juga menyertakan doa, empati, dan sedikit harapan dalam bentuk bantuan kemanusiaan.
Perjalanan menuju Langkahan bukanlah perjalanan biasa.
Akses yang sulit membuat kami harus menggunakan mobil bak terbuka membawa selimut, mukena, pembalut serta bantuan logistik lainnya.
Bertepatan Hari Ibu, tim Relawan Medis FK Universitas YARSI dan RS YARSI melangkahkan kaki menuju Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
- Pemerintah Sepakat Mempercepat Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan di Bener Meriah
- Kasatgas Tito Sampaikan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatra Tunjukkan Kemajuan
- Percepat Pemulihan Pascabencana, Kasatgas Tito Minta Hibah Antardaerah Tuntas Pekan Depan
- Begini Dampak Gempa Sulteng Magnitudo 6,7
- Pemerintah Tambah TKD Rp 10,6 Triliun untuk Daerah Terdampak Bencana Sumatra
- Survei Cyrus Network: Penanganan Bencana Sumatera Harus Ditingkatkan
JPNN.com




