Melemah Lagi, Rupiah Terdampak Kebijakan Suku Bunga The Fed
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore melemah 27 poin atau 0,15 persen.
Mata uang garuda berada di level Rp 17.948 per dolar AS (USD) dari sebelumnya Rp 17.921 per USD.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi potensi Federal Reserve (The Fed) menahan lebih lama suku bunga tinggi.
Menurut dia, harga minyak yang lebih tinggi telah memperbarui kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap di atas target Federal Reserve, yang berpotensi memaksa para pembuat kebijakan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
“Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Kenaikan harga minyak disebabkan AS dengan Iran yang saling melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran pada Minggu (19/7) malam.
Serangan baru itu terjadi setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya.
Kurs rupiah berada di level Rp 17.948 per dolar AS (USD) dari sebelumnya Rp 17.921 per USD.
- Tak Percaya Iran, Trump Tegaskan AS Kuasai Selat Hormuz
- Iran Ajukan Syarat ke AS Soal Pembukaan Kembali Selat Hormuz
- Melemah di Pembukaan, Rupiah Diperkirakan Konsolidatif Sepanjang Rabu
- Rupiah Remuk Lagi Gegara Harapan Investor soal Selat Hormuz Pupus
- Rupiah Moncer Senin Pagi, Ternyata Ini Faktor Pendukungnya
- Bocoran dari Pejabat AS tentang Sikap Donald Trump terhadap Iran
JPNN.com




