JPNN.com

Memahami Kerusakan dan Memperkuat Optimisme

Oleh: Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI

Rabu, 25 Maret 2020 – 16:53 WIB
Memahami Kerusakan dan Memperkuat Optimisme - JPNN.com
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com - Masih berselimut gelisah dan cemas oleh pandemi virus corona masyarakat jangan lagi diteror dengan dramatisasi atas fakta memburuknya kinerja perekonomian negara.

Sebaliknya, optimisme bersama harus dibangun dan terus diperkuat dengan keyakinan bahwa masa-masa sulit seperti sekarang akan bisa dilalui pada waktunya.

Tidak hanya masyarakat Indonesia, komunitas global pun tahu dan sedang merasakan ragam kerusakan akibat wabah Virus Corona (nCoV-19) yang telah berstatus pandemi global itu.

Semua orang, di mana pun di dunia ini, merasa takut. Hingga pekan kedua Maret 2020, wabah nCoV-19 penyebab sakit Covid-19 telah mewabah di 160 negara. Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 diperkirakan 250 ribu orang. Jumlah yang meninggal mencapai lebih dari 10.000 pasien. Sementara ini, Italia tercatat sebagai negara dengan jumlah pasien meninggal tertinggi, mencapai 3.405 pasien per Kamis (19/3).

Di Indonesia pun jumlah pasien positif Covid 19 terus bertambah. Sebagaimana data resmi pemerintah, disebutkan bahwa sejak Jumat (20/3) hingga Sabtu (21/3) siang, ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 81 orang.  Dengan begitu, total pasien Covid-19 pada hari itu bertambah pula menjadi 450 pasien dan tersebar di 16 provinsi.

Untuk memperkecil akses penularan, beberapa provinsi dan kota sudah meningkatkan pembatasan mobilitas bagi warga. Tidak hanya meliburkan sekolah, pemerintah provinsi DKI Jakarta bahkan meminta perusahaan menutup kantor dan membiarkan karyawan bekerja di rumah. Juga meniadakan sementara ibadah bersama di rumah-rumah ibadah.

Tidak kurang dari Sembilan daerah sudah menetapkan darurat Corona. Melengkapi dan memperkuat inisiatif sejumlah pemerintah daerah itu, Kepolisian RI pun mengeluarkan maklumat.

Dalam maklumat itu, Polri mengimbau agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, untuk sementara ini ditiadakan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri