Memaknai Gelar Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Saragih
Oleh: Dr. Johan Wahyudhi, M.Hum - Dosen Sejarah di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
jpnn.com - Memaknai arti pahlawan nasional terhadap Tuan Rondahaim Saragih berarti menyempatkan diri menengok kisahnya.

Dosen Sejarah di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Dr. Johan Wahyudhi, M.Hum
Alangkah banyak orang besar yang namanya antri dalam penulisan sejarah nasional. Sebenarnya, mereka tidak benar-benar mengantre, melainkan sebagai penanda bahwa anak cucu di masa sekarang, bolehlah sesekali bertanya kabar mereka.
Toh, apa yang mereka telah perbuat ikut dinikmati pula oleh generasi selanjutnya.
Tuan Rondahaim Saragih, Raja Kerajaan Raya pada ujung abad 19, yang istananya bertempat di Simalungun, menjadi satu nama yang layak diperbincangkan. Posisinya masih absen di mata historiografi nasional.
Padahal, aksi-aksi heroik yang ditunjukkannya, tidak kalah dengan Pangeran Diponegoro di Jawa atau Cut Nyak Dien di Aceh.
Perang yang dilakukannya di Dataran Tinggi Simalungun hingga menyentuh Tebing Tinggi (bahkan hingga Pantai Cermin) adalah bagian dari jalan panjang mempertahankan jengkal demi jengkal tanah leluhur dari ancaman penjajah Eropa.
Memaknai arti pahlawan nasional terhadap Tuan Rondahaim Saragih berarti menyempatkan diri menengok kisahnya.
- Kelucuan dan Keanehan Triumvirat Simalungun
- HUT ke-51 IKPNI, Momentum Menguatkan Nilai Kepahlawanan di Era Modern
- Juliaman Saragih: Sepantasnya Tuan Rondahaim Saragih Jadi Nama Jalan Nasional
- Seminar di Unair, Bonnie: Gelar Pahlawan Soeharto Pertarungan Memori, Bukan Penghargaan
- IKA PMII Gelar Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional untuk Syekh Kholil dan Gus Dur
- Waketum Golkar Harap Perdebatan soal Gelar Pahlawan Soeharto Tidak Didasari Kebencian
JPNN.com




