Membangun Pasar Mamin, Kikkoman Komitmen Hadirkan Produk Halal di Indonesia
Demi membangun kepercayaan konsumen, Kikkoman Indonesia memutuskan menghentikan penjualan produk non-halal di ritel Indonesia dan memulai strategi bisnisnya dari nol.
“Saat memutuskan untuk melakukan sertifikasi halal, bagi kami kunci utamanya adalah kepercayaan. Dalam mengambil keputusan, kami tidak bisa hanya melihat untung dan rugi semata,” ujarnya.
Keputusan tersebut sempat membuat penjualan Kikkoman di Indonesia turun drastis hingga tidak mencatatkan penjualan.
Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan komitmennya untuk menghadirkan produk halal yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
“Saya bikin surat ke semua supermarket, dalam berapa lama mereka harus take out produk non-halal dan tidak boleh memasukkan lagi produk non-halal ke supermarket,” kata Jureke.
Setelah memastikan jalur ritel hanya diisi produk halal, tantangan berikutnya muncul dari sektor food and beverage atau F&B, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Sejumlah pelaku usaha saat itu masih menilai produk impor non-halal Kikkoman lebih unggul dibandingkan produk lokal Kikkoman Indonesia.
Untuk menjawab keraguan tersebut, Kikkoman melakukan berbagai blind test kepada pelaku usaha kuliner.
Membangun pasar mamin atau makanan minuman, Kikkoman komitmen menghadirkan produk halal di Indonesia
- Kemnaker Terus Menyesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Hadapi Dinamika Dunia Kerja
- Tingkatkan Kepatuhan, Bea Cukai Berikan Asistensi ke Pelaku Usaha
- IBSW Apresiasi Sinergi BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Produk Impor
- PP 24 Tahun 2026 Dinilai Bakal Jadi Angin Segar Bagi Industri Asuransi
- Forum Edukasi Pasar Invetra Trading Talks Sukses Satukan Trader Ritel Jakarta
- Lewat Program Ini, Bea Cukai Malang Dampingi UMKM Memperluas Pasar Ekspor
JPNN.com




