Membunuh Pembawa Pesan: Budaya Membungkam Kritik?
Oleh: Alexander Philiph Sitinjak - Praktisi Manajemen Risiko dan Pengendalian Fraud serta Aparatur Sipil Negara di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sebagai Auditor & Ketua Bidang Lintas Iman Budaya DPP PATRIA PMKRI
jpnn.com - Ada satu kebiasaan tua manusia yang diwariskan lintas zaman dan sampai hari ini ternyata masih sangat hidup: ketika seseorang menyampaikan kritik yang tajam, disertai data, argumen, dan keberanian moral, yang diserang bukan isi kritiknya, melainkan orang yang menyampaikannya.
Pesannya dibiarkan menggantung tanpa jawaban, tetapi pembawa pesannya diadili habis-habisan.
Inilah budaya shoot the messenger (membunuh pembawa pesan): sebuah kebiasaan intelektual yang malas dan pengecut, karena tidak berani berhadapan dengan substansi persoalan, namun justru sibuk menyerang pribadi yang menyampaikan kritik.
Ironisnya, sikap seperti ini sering disamarkan dengan istilah-istilah yang terdengar mulia: “etika”, “loyalitas”, “demi menjaga persatuan”, “menjaga nama baik lembaga”, “menghindari kegaduhan”, atau “demi stabilitas organisasi”.
Padahal dalam banyak kasus, yang sebenarnya sedang dijaga bukan persatuan yang sehat, melainkan kenyamanan segelintir orang, citra kekuasaan, dan budaya anti-kritik yang takut tersentuh koreksi.
Hari ini media sosial bukan sekadar ruang komunikasi, melainkan mesin pembentuk persepsi massal.
Di tangan masyarakat yang matang, media sosial bisa menjadi alat pendidikan publik dan kontrol sosial. Tetapi di tangan budaya yang malas berpikir, media sosial berubah menjadi arena penghakiman massal yang brutal.
Algoritma lebih menyukai kemarahan daripada ketenangan, sensasi daripada kedalaman, dan keributan daripada refleksi.
Ketika seseorang menyampaikan kritik yang tajam, disertai data, argumen, dan keberanian moral, yang diserang bukan isi kritiknya.
- Plt Sekjen MPR Sebut Kolaborasi Budaya dan UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Kerakyatan
- Digiserve Sabet Dua Penghargaan Bergengsi, Komitmen pada Kepatuhan & Budaya Kerja
- Jubir 98 Resolution Network Agus Teddy Sumantri: Teguhkan Semangat Kebangsaan Menuju Indonesia Maju Berkeadilan
- Pertukaran Budaya Indonesia-Tiongkok Angkat Warisan Laksamana Cheng Ho
- Aktivis Suarakan Keprihatinan soal Vonis Nadiem Makarim
- Minat Kerja ke Jepang Meningkat, Diaspora Royyuda Hadirkan Komunitas Belajar Bahasa & Budaya
JPNN.com




