Menangis, Pak Guru Cerita Detik-detik Dirampok KKSB

Menangis, Pak Guru Cerita Detik-detik Dirampok KKSB
Rano Samsul Bahri, salah satu guru yang menjadi korban penganiayaan KKSB di Aroanop. Foto: KRISTOFORUS DUTEREM/Radar Timika/JPNN.com

jpnn.com - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) berulah lagi di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (13/4) Lalu. Gerombolan KKSB itu melakukan tindakan keji terhadap para guru yang mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak daerah pegunungan itu.

Salah satu korban, Rano mengaku peristiwa ini tidak menyurutkan niatnya untuk mendidik anak-anak di Aroanop.

KRISTOFORUS DUTEREM, Timika

RANO Samsul Bahri, adalah satu dari dua guru PNS yang ada di SD Aroanop, Distrik Tembagapura. Sejak 2016 lalu, ia baru bertugas di SD Aroanop. Kala itu, ia pertama kali menginjakkan tanah di Aroanop didampingi pimpinannya, sang Kepala Sekolah SD Aroanop, Philipus Lefteuw.

Awalnya ia tidak yakin bisa bertahan lama di kampung tersebut. Maklum, kampung yang berlokasi jauh dari pusat kota itu tidak terjangkau signal telekomunikasi dan terbatasnya segala akses yang biasa didapatkannya dengan mudah kala di kota.

Namun, setelah menjalani tugas selama beberapa bulan, dia justru cinta dengan nuansa di kampung tersebut. Bahkan, ia merasa sudah menyatu dengan masyarakat setempat.

Dengan rasa cinta akan profesi yang digelutinya dan rasa nyamannya bersama masyarakat setempat, masa tugas dijalaninya dengan tenang dan tanpa beban. Setidaknya perasaan itulah yang dirasakannya selama bertugas menjadi guru di pedalaman Mimika.

Namun ketenangan dan kenyamanan berubah pada Jumat (13/4) lalu, saat gerombolan KKSB masuk di kampung itu dan melakukan aksi kekerasan pada Rano dan rekan-rekannya.

Rano merupakan salah satu korban aksi kekerasan dan perampokan yang dilakukan gerombolan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News