Menapaki Tantangan Indonesia Emas
jpnn.com - Lebih dari setahun telah berlalu sejak Prabowo Subianto resmi menduduki posisi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia.
Di mata dunia, pria yang dikenal dengan gaya bicara tegas dan latar belakang militernya ini telah menempatkan Indonesia di panggung global dengan cara yang tidak biasa.
Dari tawaran untuk mengirimkan ribuan pasukan dalam misi perdamaian hingga keinginan untuk menjadi penengah dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Prabowo membawa gaya diplomasi yang agresif dan tidak konvensional.
Ketangguhan Presiden Prabowo diakui oleh Presiden AS Donald Trump. Presiden Trump tidak mau bertengkar dengan Presiden Prabowo.
Hal ini diungkapkan Trump setelah melihat kegigihan dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil posisi di tengah pusaran geopolitik dunia.
Namun, di balik gemerlapnya panggung internasional, perubahan besar justru sedang berlangsung di dalam negeri. Dengan populasi lebih dari 288 juta jiwa yang tersebar di ribuan pulau, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo tengah menjalani eksperimen besar-besaran.
Ia berjanji untuk memberantas kemiskinan dan membawa bangsa ini menuju kemandirian yang berpuncak pada cita-cita "Indonesia Emas". Visinya ambisius, tetapi caranya dalam mewujudkan visi tersebut memicu perdebatan sengit: apakah ini merupakan langkah revolusioner menuju kemakmuran, atau justru sebuah kemunduran terselubung menuju masa lalu yang kelam?
Suara Keras dari Asia Tenggara
Lebih dari setahun telah berlalu sejak Prabowo Subianto resmi menduduki posisi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia.
- Pertamina & ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Generasi Muda Terhadap Transisi Energi
- Ribka Haluk Bantah Pemotongan Dana Otsus Papua, Begini Faktanya
- Ibas Bakar Semangat Siswa di EBY EDU FAIR 2026
- Heboh Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril Singgung Proyek Era Jokowi
- Soroti Polemik Film Pesta Babi, Prof. Sam'un Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
- Rusdin Tahir: Papua Harus Dilihat Secara Utuh, Tidak Parsial
JPNN.com




