Menbud Fadli Zon Umumkan Delapan Artefak Papua Kembali ke Tanah Air

Menbud Fadli Zon Umumkan Delapan Artefak Papua Kembali ke Tanah Air
Menbud Fadli Zon mengumumkan delapan Artefak Papua dari masyarakat Asmat telah kembali ke Tanah Air. Foto Mesya/JPNN

 “Kami berharap benda-benda cagar budaya tidak ada lagi yang diperdagangkan secara ilegal. Benda-benda tersebut harus menjadi kekayaan budaya yang kita pelihara,” kata Fadli. 

Menurut dia, perpindahan benda budaya ke luar negeri hanya dapat dilakukan melalui mekanisme yang sah, seperti pertukaran antarmuseum, peminjaman untuk pameran, atau bentuk kerja sama legal lainnya.

Pemulangan artefak Papua menambah daftar warisan budaya yang tengah diperjuangkan pemerintah untuk kembali ke Indonesia. Upaya serupa telah dilakukan terhadap arca perunggu Bodhisattva, Avalokite?vara dan Surocolo, Prasasti Pucangan dari Kolkata, Prasasti Sangguran atau Minto Stones dari Skotlandia, koleksi Museum Bronbeek, serta Al-Qur’an milik Teuku Umar dari Belanda. 

Pemerintah juga berencana memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk mencegah pencurian dan perdagangan tidak resmi terhadap benda cagar budaya maupun objek yang diduga memiliki nilai sejarah.

"Kembalinya delapan artefak Papua menjadi lebih dari sekadar perpindahan benda dari satu negara ke negara lain," terangnya.

Repatriasi tersebut merupakan langkah untuk mengembalikan bagian dari sejarah, pengetahuan, dan identitas masyarakat kepada tempat asalnya sekaligus pesan bahwa warisan budaya Indonesia harus dilindungi dari perdagangan ilegal.(esy/jpnn)

Menbud Fadli Zon mengumumkan delapan Artefak Papua dari masyatakat Asmat telah kembali ke Tanah Air. Ada yang diserahkan FBI ke Kedubes RI di Washington DC.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News