Mendaftar Lowongan Satpam Malah Direkrut jadi Tentara, Ada 8 Orang
jpnn.com - JAKARTA – Delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut menjadi militer negara asing setelah awalnya mendaftar lowongan sebagai satuan pengamanan (satpam) atau tenaga administrasi.
Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9).
“Para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,” kata Dasco.
Dasco mengatakan informasi tersebut diperoleh dari otoritas intelijen.
Menurut dia, perekrutan WNI tersebut dilakukan oleh negara pihak ketiga dengan menawarkan lowongan pekerjaan bergaji besar.
Dia memastikan intelijen Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI telah melakukan antisipasi, berkoordinasi, serta mengirimkan ratusan utusan ke negara-negara terkait untuk menangani persoalan tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia masih memverifikasi informasi mengenai WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan verifikasi dilakukan melalui Perwakilan RI serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Perekrutan dilakukan dengan menawarkan lowongan pekerjaan bergaji besar. Mendaftar jadi Satpam direkrut sebagai tentara.
- DPR Pastikan Partisipasi Publik Terbuka di RUU Pemilu
- DPR Pastikan Harmonisasi Aturan Tiga Kementerian Seusai Perpres Ojol Terbit
- PPPK Beri Ucapan Selamat Ultah untuk Pak Dasco, Sampaikan Harapan Ini
- Merespons MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Sudah Jelas Putusan yang Diambil
- Sufmi Dasco di Usia 59 Tahun: Sang Arsitek Politik di Balik Jembatan Persatuan
- Puji Langkah Dasco Temui Buruh, Ketum Logis 08 Anshar Ilo: Komunikasi DPR dan Rakyat Terjaga
JPNN.com




