Mendag Bilang MBG Bukan Penyebab Harga Telur dan Ayam Melonjak
jpnn.com - BANDUNG - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menangkis anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kenaikan harga bahan pokok, seperti telur, daging ayam, dan sayur.
Budi mengatakan, kenaikan harga pangan dikarenakan tingginya permintaan, tetapi stoknya terbatas.
Menteri kelahiran Sukoharjo itu pun memastikan keseluruhan harga bahan pokok masih relatif aman. Tidak ada kenaikan harga dan kelangkaan.
"Ini masih relatif bagus harganya," kata Budi saat meninjau ketersediaan bahan pokok di Pasar Cihapit, Kota Bandung, Kamis (20/11).
Dia tak memungkiri, program MBG banyak menyerap bahan pokok di pasaran, tetapi hal itu wajar dan bisa dipenuhi oleh para pemasok, seperti petani dan peternak.
Budi pun berkoordinasi dengan para peternak, contohnya, untuk meningkatkan angka produksi, mengantisipasi permintaan tinggi karena MBG.
"Kami sudah meminta, misalnya kepada peternak telur, untuk mengantisipasi permintaan yang makin banyak, terutama MBG," tuturnya.
"Jadi, bagus sebenarnya, kalau permintaan naik, produksi juga kami naikkan. Makin bagus kalau permintaan banyak, sehingga produksi juga meningkat," imbuh Budi.
Menteri Perdagangan Budi Santoso beri penjelasan soal program MBG memicu kenaikan harga bahan pokok.
- Perbarui Sasaran Penerima MBG, BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan
- Pelaku Industri Sebut Rantai Pasok MBG Rawan Sabotase
- Sebut Korupsi MBG Kejahatan Kemanusiaan, JMI Desak Kejagung Tuntut Mati Dadan Cs
- Legislator Minta BGN Benahi Sistem Keamanan MBG, Jangan Sampai Keracunan Berulang
- Pimpinan DPR Minta Korban Keracunan MBG yang Hilang Ingatan Ditangani Serius
- Catat, Ompreng MBG Kini Wajib Berlabel SNI
JPNN.com




