Mendengar Sebelum Terlambat
Oleh: Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos - Alumnus PPRA LVIII Lemhannas RI dan Ketua Bidang Pengkaderan DPP IKAL-Lemhannas
jpnn.com - Beberapa hari terakhir, ruang publik diwarnai berbagai peristiwa yang menarik untuk dicermati.
Demonstrasi mahasiswa dengan tajuk “Menuju Indonesia Bangkrut”, polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga BBM nonsubsidi, pelemahan daya beli masyarakat, hingga perdebatan mengenai perluasan peran institusi negara dalam ruang sipil, menjadi bagian dari percakapan nasional yang makin intens.
Sebagian pihak mungkin melihat berbagai peristiwa tersebut sebagai fenomena yang berdiri sendiri.
Namun, jika dicermati lebih dalam, semuanya sesungguhnya mengarah pada satu persoalan mendasar, yaitu hubungan antara pemerintah dan kepercayaan publik.
Pemerintah tentu memiliki alasan untuk menyampaikan optimisme. Berbagai program strategis sedang dijalankan.
Stabilitas politik relatif terjaga. Nilai tukar rupiah bahkan mulai menunjukkan penguatan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.
Arus modal asing juga kembali masuk ke instrumen keuangan domestik.
Namun di sisi lain, sebagian masyarakat merasakan realitas yang berbeda.
Demonstrasi mahasiswa sesungguhnya mengarah pada satu persoalan mendasar, yaitu hubungan antara pemerintah dan kepercayaan publik.
- Bea Cukai Mengedukasi Pelajar dan Mahasiswa Lewat Kunjungan Industri di 2 Daerah Ini
- Ada Unjuk Rasa di 3 Lokasi Jakarta Pusat Hari Ini, 842 Personel Gabungan Disiagakan
- Datangi Balai Kota, AMB Minta Pemprov DKI Cek Perizinan PT Lotte Shopping
- Candra Aditya: Wapres Gibran Akan Hadiri Pembukaan Kongres XIII HIKMAHBUDHI di NTB
- Ada Demo di 3 Titik Jakarta Pusat Hari Ini, 1.069 Personel Dikerahkan
- Nasib KIP 44.000 Mahasiswa Papua?
JPNN.com




