Mendikdasmen Abdul Mu'ti Punya Rencana Besar untuk Guru Non-BK, Bersyukurnya
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) fokus pada peningkatan kompetensi guru non-BK.
Dengan demikian mereka bisa memberikan pendampingan kepada murid-muridnya.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sangat penting dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari segi akademik, pribadi, sosial, maupun karier.
Guru BK membantu siswa untuk mengenali potensi diri, memahami kekuatan dan kelemahannya, serta membuat keputusan yang tepat dalam berbagai aspek kehidupan.
“Semua guru selain guru BK memiliki tugas sebagai pembimbing dan konselor bagi murid-muridnya," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Senin (12/5).
Dia melanjutkannya semua guru pada waktunya akan memiliki tugas sebagai guru BK untuk mendampingi muridnya tidak hanya dalam hal yang berkaitan dengan akademik dan pembelajaran tetapi juga nonakademik.
Semisal pengembangan bakat dan minat, mendampingi murid jika ada masalah psikologis, dan lain-lain.
“Pelatihan untuk guru BK sudah dimulai tahun lalu, selanjutnya akan kami latih guru non-BK supaya memiliki kemampuan bimbingan dan konseling dalam rangka memperkuat pendidikan karakter yang berbasis sekolah dengan pendekatan bimbingan dan konseling," ujar Menteri Mu'ti.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti punya rencana besar untuk guru Non-BK agar memiliki kompetensi di bidang konseling.
- Lalu Hadrian Usul Semua Guru Diangkat Jadi PNS, Tidak Ada Lagi Berstatus PPPK & P3K PW
- P2G: Ambisi Digital Nadiem Abaikan Realitas Guru di Daerah 3T
- Gandeng Aisyiyah, BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Rentan di Purworejo
- 5 Berita Terpopuler: Menarik Perhatian, Kebutuhan Formasi Guru ASN 498 Ribu, Kawal Regulasi Teknis & Transisi ke PPPK
- P2G: Korupsi Chromebook Tragedi yang Merusak Moral Pendidik
- Kemendikdasmen: Kebutuhan Formasi Guru ASN Tahun Ini 498 Ribu
JPNN.com




