Mendikdasmen: TKA Jenjang SD dan SMP Diintegrasikan dengan Asesmen Nasional
Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional untuk membaca kondisi kemampuan akademik murid secara lebih jernih dan berkeadilan. Menurutnya, TKA bukan sekadar menyajikan angka, melainkan menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data guna meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Pelaksanaan TKA periode 3–6 November 2025 diikuti oleh lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen dari total peserta terdaftar. Dari total lebih dari 3,56 juta murid sasaran, sebanyak 97,94 persen mengikuti ujian pada jadwal utama, sementara sisanya mengikuti ujian susulan akibat alasan penting atau kendala teknis tertentu.
Dalam pengolahan hasil, TKA menggunakan pendekatan _Item Response Theory_ (IRT) dengan model dua parameter logistik, sehingga penilaian tidak hanya mempertimbangkan jumlah jawaban benar, tetapi juga tingkat kesulitan dan daya pembeda soal. Penetapan kategori capaian dilakukan secara transparan dengan melibatkan guru dari berbagai provinsi. Hasil TKA disajikan dalam empat kategori capaian, yaitu kurang, memadai, baik, dan istimewa, disertai deskripsi kemampuan untuk membantu murid dan sekolah melakukan perbaikan pembelajaran secara terarah.
Toni menekankan bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label, merangking sekolah, atau perbandingan daerah dengan makna yang sempit. Hasil TKA berfungsi sebagai cermin bersama untuk memahami kebutuhan nyata pembelajaran di kelas.
“Data TKA akan digunakan sebagai titik awal perbaikan kebijakan, penguatan pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar,” tutur Toni.
Terkait distribusi hasil, sertifikat hasil TKA (SHTKA) akan disampaikan secara berjenjang melalui pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Setiap sertifikat dilengkapi kode pengaman dan tanda tangan elektronik.
Menurut Toni, BSKAP juga menindaklanjuti berbagai temuan selama pelaksanaan, termasuk kendala teknis, laporan dugaan pelanggaran, serta isu penyebaran soal di media sosial.
Toni menegaskan bahwa hasil analisis menunjukkan tidak terdapat dampak sistemik maupun pengaruh signifikan terhadap hasil TKA akibat usaha pembocoran soal. Seluruh laporan pelanggaran ditangani sesuai prosedur, dengan penegakan sanksi berjenjang sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan akuntabilitas pelaksanaan asesmen. (esy/jpnn)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan tes kemampuan akademik atau TKA jenjang SD dan SMP diintegrasikan dengan Asesmen Nasional. Begini penjelasannya.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad
- Inilah Perintah Presiden Prabowo kepada Mendikdasmen, Segera!
- Hari Terakhir PCMB, SMAN 4 Bandung Kebanjiran Aduan Soal Verifikasi Data dan Nilai TKA
- Mendikdasmen Bagikan Rp200 Ribu per Murid di SDN Kebon Kosong 09
- Bangun Kampus Baru, SPH Pluit Jadi Tonggak Pendidikan Kristen Global di Jakarta Utara
- Mendikdasmen Dukung Sekolah Terintegrasi YPPK Santo Fransiskus Manimeri Memperluas Akses Pendidikan
- Di Manokwari, Mendikdasmen Tegaskan MBG Jalan Terus
JPNN.com




