Mengenal ATR 42-500 & Indonesia Air Transport
jpnn.com - JAKARTA - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1).
Burung Besi penerbangan Yogyakarta-Makassar itu membawa sepuluh orang. Pihak IAT menyebut ada tujuh kru pesawat mereka, lalu Kementerian Kelautan dan Perikanan mengumumkan bahwa ada tiga pegawainya di pesawat tersebut.
ATR 42 merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibuat oleh perusahaan pesawat Prancis, ATR. Kapasitasnya, 42 penumpang.
Angka 500 merujuk seri produksi pesawat, generasi baru dengan mesin baru, baling-baling baru, performa puncak dan panas yang ditingkatkan, penambahan kapasitas beban, dan pengembangan kabin penumpang.
Dengan mesin turboprop 1610 kW dan dengan baling-baling enam bilah ini, ATR 42-500 memiliki kecepatan 563 km/jam (304 mil/jam) dengan jarak jelajah 1.850 km.
Sementara itu, IAT merupakan perusahaan jasa charter di Indonesia yang didirikan pada 1968 dan pertama kali go public pada 2006.
IAT menawarkan berbagai layanan penerbangan fixed-wing dan helikopter untuk industri pertambangan, termasuk industri minyak dan gas, di seluruh Indonesia dan sekitarnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa pegawai KKP di dalam pesawat yang dioperasikan oleh IAT tersebut sedang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.
ATR42-500 IAT itu merupakan penerbangan Yogyakarta-Makassar yang membawa sepuluh orang.
- Prabowo Mendadak Telepon Menteri KKP yang Terbaring di RS
- Evakuasi Korban Pesawat ATR, Tim SAR Akan Coba Mendarat di Puncak Bukit Bulusaraung
- Seribuan Personel Dikerahkan Mencari Korban Pesawat ATR Jatuh
- Tim DVI Polri Ambil Sampel Keluarga Pramugari Korban Pesawat Jatuh
- Soal Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR, Menko AHY Bilang Begini
- Prajurit Korpasgat TNI AU Dikerahkan ke Lokasi Pesawat Jatuh di Maros
JPNN.com




