Mengenal Teknologi REEV Chery J6T CSH: Bukan Hybrid Biasa
jpnn.com, JAKARTA - Pernahkah Anda berdiri di ruang pamer, mengamati deretan kendaraan lalu mendadak kebingungan melihat singkatan yang tertempel di buritan mobil? Ada HEV, PHEV, BEV, dan kini muncul lagi REEV.
Bagi calon pembeli, istilah-istilah tersebut sering kali terdengar seperti bahasa planet lain.
Namun, kehadiran REEV bukan sekadar menambah daftar istilah dalam dunia kendaraan elektrifikasi.
Padahal teknologi ini justru mulai mendapat perhatian secara global.
MarketsandMarkets memproyeksikan pasar REEV tumbuh dari 1,2 juta unit pada 2024 menjadi 3,2 juta unit pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata 17,1 persen per tahun sepanjang 2025–2030.
Lantas, apa yang membedakan REEV dari teknologi elektrifikasi lainnya?
Sederhananya begini: HEV (Hybrid Electric Vehicle) masih mengandalkan bensin sebagai penggerak utama yang dibantu baterai.
PHEV (Plug-in Hybrid) bisa diisi daya dari steker dan melaju pendek dengan listrik.
apa yang membedakan REEV dari teknologi elektrifikasi lainnya, seperti BEV, HEV, dan PHEV?
- Royal Enfield Hypershift Classic 650 Edisi Terbatas, Indonesia Kebagian 17 Unit
- Motor Listrik Avand SC121 dan SC122 Lithium Bawa Pembaruan Teknologi
- Seusai Pakai Mobil Dinas Maung, Gus Ipul Berkomentar Begini
- Bukan Sekadar Klaim, Yadea GT80 Bakal Digeber Lebih dari 180 Km dalam Sekali Isi Daya
- Triumph Speed Twin 1200 TFC Masuk Indonesia, Tetapi Maaf...
- Profil Singkat MGS6 EV: Kenyamanan dan Performa Jadi Nilai Utama
JPNN.com




