Mengungsi dan Bersiap: Pengalaman Warga Indonesia yang Terdampak Kebakaran Hutan di Australia
Kebakaran hutan di negara bagian Victoria, Australia, berdampak bagi penduduk setempat, tak terkecuali warga Indonesia.
Suhu di titik rawan api yang mencapai lebih dari 40 derajat celsius ditambah angin kencang, diduga memicu kobaran api di beberapa kota kecil Victoria yang beribu kota Melbourne.
Pada Kamis, 8 Januari lalu, Angga Efriansyah sedang bekerja di perkebunan ceri di Kota Yarck sebelum dipulangkan karena asap kebakaran yang menebal.
Peserta Work and Holiday Visa (WHV) asal Pekanbaru itu mengatakan sudah menghirup asap kebakaran sejak pagi hari, namun baru dipulangkan pada pukul 12 siang.
"Ketika kami keluar, asapnya sudah tebal banget, dan langit sudah kemerahan," katanya.
"Api mungkin sudah berada di belakang bukit."
Angga mengatakan ketika itu, kebakaran sudah terjadi di Kota Longwood, yang berjarak 81 kilometer dari Kota Yarck.
Kebakaran Longwood merupakan salah satu yang terparah di Victoria, yang menyebabkan setidaknya 154 bangunan rata dengan tanah.
Warga Indonesia di Victoria, Australia, menceritakan pengalaman mereka ketika menghadapi kebakaran hutan yang semakin parah
- Dunia Hari Ini: Ilmuwan Warga dari Berbagai Negara Mengerjakan Fosil Berusia 100 Juta Tahun di Australia
- Komunitas Muslim Australia Marah Atas Tindakan Polisi dalam Insiden Salat Berjemaah di Sydney
- Dunia Hari Ini: Penembak Masjid di Christchurch Minta Pengakuan Bersalahnya Dibatalkan
- Dunia Hari Ini: Presiden Israel ke Australia, Unjuk Rasa Besar Bakal Pecah di Mana-Mana
- Dunia Hari Ini: Indonesia - Australia Tandatangani Perjanjian Keamanan
- Perdagangan RI-Australia Makin Cepat dan Aman dengan Pemberlakuan MRA AEO Mulai 2026
JPNN.com




