Mengunjungi Turki: Tongkat Nabi Musa Ada di Sini!

Mengunjungi Turki: Tongkat Nabi Musa Ada di Sini!
Mengunjungi Turki: Tongkat Nabi Musa Ada di Sini! Foto Choliq Baya/Radar Jember/JPNN.com

Setelah melewati kebun mawar, saya melihat keindahan selat Bosphorus yang membelah kota Istambul masuk ke dalam benua Asia dan Eropa.

Puas menikmati selat Bosphorus, saya masuk ke area museum. Di sini tersimpan cukup rapi arsip dan benda-benda bersejarah yang luar biasa. Ada sekitar 300 ribu dokumen yang disimpan di museum ini. Mulai dari benda bersejarah peninggalan sebelum hingga sesudah masehi. Mulai dari peninggalan di zaman Nabi Ibrahim hingga barang pribadi milik sultan dan keluarganya.

Benda-benda itu antara lain, aneka senjata seperti panah, tombak, pedang, senapan, pistol, trisula hingga pakaian perang yang terbuat dari besi. Ada pedang Nabi Muhammad dan empat sahabat nabi: Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.

Termasuk pedang para pahlawan Islam yang dikenal dengan singa padang pasir Khalid Bin Walid dan Ammr Bin Asyr. Ada pula pedang peninggalan tentara Kerajaan Romawi. Panjangnya sekitar dua meter dengan lebar sekitar 10 cm. Ada tanda salib di bagian bilah pedang yang tajam.

Selain itu juga ada barang bersejarah peninggalan para nabi. Seperti surban Nabi Ibrahim, Pedang Nabi Dawud, dan tongkat Nabi Musa. Tongkat Nabi Musa yang mampu membelah laut merah saat dikejar tentara Firaun disimpan dalam kotak kaca dengan diterangi lampu kecil. Panjangnya sekitar 1,2 meter. Bentuknya seperti patahan ranting pohon.

Benda bersejarah lainnya, ada jubah Nabi Muhammad yang disimpan dalam kotak emas. Ada jubah Fatimah dan Husin, putri dan cucu Rasulullah. Ada juga bekas cashing hajar aswad, talang emas dan kunci Kakbah.

Semua koleksi benda bersejarah di museum ini asli, tidak ada yang replika. Sayangnya, seluruh pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambarnya.

“Benda bersejarah ini sengaja diambil dari beberapa negara untuk diamankan oleh Sultan Ottaman ke-9 karena khawatir dihancurkan oleh penjajah Portugis dan Belanda,” tambah Ali.

Di antaranya tongkat Nabi Musa yang dipakai membelah laut merah saat dikejar pasukan Raja Firaun.