Menhub Respons Penghapusan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi merespons penghapusan bea masuk suku cadang pesawat.
Dudy berharap kebijakan fiskal tersebut dapat mengurangi beban biaya operasional maskapai penerbangan.
"Penghapusan bea masuk suku cadang pesawat maka akan mengurangi beban biaya operasional dari maskapai penerbangan nasional kita," kata Dudy di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan pengurangan bea masuk suku cadang pesawat menjadi nol persen.
insentif tersebut bertujuan menekan biaya operasional industri maskapai yang terdampak kondisi geopolitik Timur Tengah.
Kebijakan tersebut juga diproyeksikan akan memperkuat industri perawatan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dalam negeri.
Peningkatan ini diprediksi memberikan kontribusi nyata terhadap aktivitas ekonomi dan prtumbuhan output Produk Domestik Bruto (PDB).
"Potensi aktivitas ekonomi bisa meningkat sekitar Rp700 juta per tahun, dan tentu sampai tentunya bisa mendukung daripada output PDB itu bisa sampai dengan 1,49 miliar," imbuhnya.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi merespons penghapusan bea masuk suku cadang pesawat.
- Angkutan Lebaran 2026 Berjalan Baik, Menhub Apresiasi Kinerja ASDP
- Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Bahan Baku Plastik
- Menhub Dudy Kembali Buka Stasiun Bekasi Timur Pasca-Kecelakaan Kereta
- Eror Persinyalan Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi?
- Dorong Industri Petrokimia, Pemerintah Hapus Bea Masuk LPG dan Polimer Plastik
- Relaksasi Fiskal Hadir, Barang Bawaan Jemaah Haji Kini Lebih Mudah
JPNN.com




