Menhut Raja Juli: SRAK Harus Jadi Pedoman yang Dijalankan, Bukan Sekadar Dokumen
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera di Kantor Kemenhut, Jakarta, Rabu (12/8)
Kehadiran SRAK Gajah Sumatera menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan populasi dan habitat satwa karismatik tersebut.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, mengatakan SRAK harus menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan untuk perlindungan Gajah Sumatera, bukan hanya berhenti sebagai dokumen.
Menurut dia konservasi gajah tidak hanya membutuhkan pendekatan rasional, tetapi juga kepedulian terhadap makhluk hidup.
“Kami bareng-bareng kawal nih, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus bekerja sama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan,” ujar Menhut Raja Antoni.
Menhut Raja menuturkan tantangan konservasi gajah semakin berat.
Dari sebelumnya terdapat sekitar 42 kantong gajah, kini jumlahnya disebut tinggal 21 kantong.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat memperkuat rencana aksi konservasi yang tertuang dokumen SRAK.
Menhut mengatakan SRAK harus menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan untuk perlindungan Gajah Sumatera, bukan hanya berhenti sebagai dokumen.
- Temuan 5 Orang Utan di India, Kemenhut Upayakan Repatriasi dan Pengusutan Hukum
- Cegah Karhutla Berdampak Fatal ke Satwa, Kemenhut Percepat Upaya Penyelamatan
- Setelah 3 Bulan Pencarian, Kemenhut Berhasil Tangkap Bohir Illegal Logging Kalteng
- Menhut Ungkap Peningkatan Jumlah Titik Panas Karhutla di Kalbar dan Kalteng
- Karhutla Mulai Mereda, Menhut Raja Juli Ingatkan Titik Api Bisa Muncul Lagi
- Demi Penanganan Karhutla, Kemenhut Tutup Sementara 9 Taman Nasional
JPNN.com




