Menhut Ungkit Komitmen Bisnis Kehutanan Berkelanjutan Saat Hadiri Forum di New York

Menhut Ungkit Komitmen Bisnis Kehutanan Berkelanjutan Saat Hadiri Forum di New York
Menhut Raja Juli Antoni berbicara pada forum di New York. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, NEW YORK - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut pihaknya berkomitmen membangun tata kelola perdagangan karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berstandar internasional.

Hal demikian dikatakan dia saat hadir dalam forum yang berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), New York, Senin (11/5) waktu setempat.

“Indonesia memiliki sekitar 120 juta hektare hutan tropis, membuka peluang kemitraan global untuk investasi iklim dan pengembangan bisnis kehutanan berkelanjutan,” ujar Raja Juli seperti dikutip Kamis (14/5).

Adapun, kegiatan yang dihadiri Menhut di KJRI, New York ialah Business Forum on Carbon Market and Forest Products.

Kegiatan menghadirkan para pemimpin dan ahli dari berbagai organisasi terkemuka di bidang karbon, pasar lingkungan, dan produk kehutanan, yaitu ACT Commodities, Anew, Bloomberg, CTrees, Cultivo, Emergent, IETA, Intercontinental Exchange, Lombard Odier, OPIS, Rubicon Carbon, hingga S&P Global.

Raja Juli engatakan terbitnya Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 menjadi tonggak penting transformasi sektor kehutanan Indonesia.

Eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu menyebutkan regulasi Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam menghasilkan, memverifikasi, dan memperdagangkan kredit karbon dari kawasan konsesi kehutanan.

Termasuk, kata pria yang juga menjabat Sekjen PSI itu, dalam hutan produksi alam, tanaman industri, hingga kawasan perhutanan sosial.

Menhut Raja Juli Antoni menyebut pihaknya berkomitmen membangun tata kelola perdagangan karbon kehutanan yang kredibel.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News