Menkes Budi Minta ITAGI Meneliti Vaksin Terbaik untuk Booster 

Menkes Budi Minta ITAGI Meneliti Vaksin Terbaik untuk Booster 
Pelaksana tugas Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu saat ditemui di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021). (Antara/Devi Nindy)

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) meneliti vaksin Covid-19 terbaik yang digunakan untuk booster. 

"Pak Menteri minta ITAGI meneliti vaksin yang paling bagus," kata Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Jumat (15/10). 

Maxi menjelaskan penelitian yang dilakukan terkait pemberian apakah vaksin booster diberikan secara homolog atau heterolog.

"Harus ada basis ilmiah, kita lagi kejar,” katanya.

Dia berharap Desember ini penelitiannya sudah selesai. 

“Sehingga kita ada dasar untuk keputusannya," ujar Maxi.

Pihaknya mengharapkan pemberian vaksin booster dapat dibuka mulai Januari 2022.

Pemberian vaksin booster tersebut, kata Maxi, dengan pertimbangan secara penelitian kinerja vaksin yang diperkirakan menurun setelah enam bulan penyuntikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) meneliti vaksin Covid-19 terbaik yang digunakan untuk booster.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News