Menko AHY Dukung Penuh Pelabuhan Tanjung Carat, Gubernur Sumsel Targetkan Beroperasi 2028

Menko AHY Dukung Penuh Pelabuhan Tanjung Carat, Gubernur Sumsel Targetkan Beroperasi 2028
Project Launching yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026), AHY menyampaikan komitmennya melalui video pernyataan. Foto: dok Pemprov Sumsel

Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain sehingga meningkatkan biaya logistik dan menurunkan daya saing.

Selain itu, pendangkalan Sungai Musi hingga sekitar enam meter menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota.

“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.

Herman Deru optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, dengan dukungan pemerintah pusat dan sektor swasta, akan menjadi solusi strategis sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri ATR/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatra Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi.

“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya.

Dia menambahkan proyek ini telah memasuki milestone ke-11 dari total 15 tahapan dan ditargetkan selesai sebelum 2029 agar segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News