Menko Yusril Bilang Begini soal 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia
Termasuk, kata dia, pemerintah ingin menelusuri soal kemungkinan para WNI sadar akan ditempatkan di sektor militer ketika direkrut ke Rusia.
"Kami perlu mengetahui siapa yang merekrut, bagaimana mereka direkrut, apa yang dijanjikan, dan apakah sejak awal mereka mengetahui bahwa mereka akan ditempatkan dalam dinas militer," ujarnya.
Yusril mengatakan pola perekrutan menjadi penting agar pemerintah bisa menentukan para WNI menjadi korban atau bukan ketika direkrut ke Rusia.
"Ini penting untuk menentukan apakah mereka secara sadar mengambil keputusan tersebut atau justru menjadi korban eksploitasi,” ujarnya.
Ssbelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku menerima informasi intelijen bahwa delapan WNI memang direkrut menjadi tentara Rusia oleh pihak ketiga.
Hal demikian dikatakan Dasco demi menjawab pertanyaan awak media soal kabar delapan WNI menjadi tentara Rusia.
"Jadi, kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita, bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga," kata dia ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).
Dasco mengatakan pihak ketiga itu membuat lowongan kerja satuan pengamanan dengan iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri bagi WNI.
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyebut pemerintah bakal berhati-hati menyikapi kasus delapan WNI menjadi tentara Rusia.
- Konser Israel Houghton Resmi Dilarang, Yusril Beri Penjelasan
- Iran Babak Belur Dibombardir Amerika & Israel, Rusia Hanya Beri Bantuan Diplomatik
- Terpidana Mati Kasus Narkoba Mary Jane Diampuni Presiden Filipina, Begini Reaksi Indonesia
- RUU Satu Data Indonesia, Yusril Singgung Kepastian Hukum Bagi Swasta
- Jaga Gudang Narkoba di Malaysia, Remaja WNI Terancam Hukuman Mati
- Jubir Kemlu Terima Pesan Whatsapp dari WNI yang Gabung Tentara Rusia, tetapi
JPNN.com




