Mentan: Pemenuhan Pangan Perlu Kebijakan yang Tepat

Mentan: Pemenuhan Pangan Perlu Kebijakan yang Tepat
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di Jakarta, Selasa (10/3). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Tantangan pemenuhan kebutuhan pangan ke depan makin kompleks, sehingga perlu kebijakan-kebijakan yang tepat. Demikian dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) di Jakarta, Selasa (10/3).

Mentan SYL menambahkan, setiap tantangan harus dihadapi dengan strategi/jurus yang spesifik, agar dapat dikelola menjadi peluang yang dapat meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, terutama di daerah yang rentan rawan pangan. Dalam hal ini termasuk perubahan iklim ekstrim dan dinamika ekonomi di tingkat global, regional, maupun nasional.

SYL yang juga Ketua Harian DKP mengungkapkan, anomali perubahan iklim, terjadinya beberapa bencana alam di Indonesia, serta penyebaran penyakit Covid-19 perlu menjadi perhatian serius dan ditetapkan strategi mitigasi agar tidak berdampak terhadap penyediaan pangan nasional.

“Dalam situasi ini, 267 juta jiwa masyarakat harus dapat dijamin pemenuhan kebutuhan pangannya,” lanjut SYL.

Untuk itu, pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengetahui kebutuhan dan ketersediaan pangan pokok di daerah masing-masing, serta melakukan langkah tepat jika ada masalah.

Sebelumnya, Anggota Pokja Pemberdayaan Masyarakat DKP sekaligus Ketua HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan, salah satu tantangan kedepan adalah semakin berkurangnya lahan pertanian akibat dikonversi yang mengancam keberlanjutan produksi pangan.

"Lahan-lahan pertanian harus kita pertahankan, karena itu saya meminta pimpinan daerah dan dinas ketahanan pangan menjaga agar konversi lahan dapat dikendalikan," tegasnya.

Menurut Moeldoko, setidaknya ada 5 tantangan pembangunan ketahanan pangan kedepan, yaitu konversi lahan, suplai and demand komoditas pangan yang belum berimbang, pemanfaatan teknologi, manajemen usahatani dan pemasaran hasil.

Mentan SYL mengatakan bahwa tantangan pemenuhan kebutuhan pangan ke depan makin kompleks, sehingga perlu kebijakan yang tepat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News