Menteri Agama RI, Tantangan dan Harapan Kepemimpinan Dirjen Bimas Katolik di Masa Mendatang
Oleh: R. Wahyu Handoko, S.Sos, MM - Pemerhati Masalah Sosial, Aktivis Entitas Katolik Teritorial & Kategorial tinggal di Jakarta & Dewan Pertimbangan Pengurus Pusat PMKRI Masa Bakti Tahun 2024-2026
Rabu, 05 Agustus 2026 – 18:07 WIB
Pemerhati Masalah Sosial, Aktivis Entitas Katolik Teritorial & Kategorial tinggal di Jakarta & Dewan Pertimbangan Pengurus Pusat PMKRI masa bakti tahun 2024-2026, R. Wahyu Handoko, S.Sos, MM. Foto: Source for JPNN
jpnn.com - Mendengarkan dan mencermati berbagai pandangan terkait dengan figur yang diharapkan secara definitif untuk memimpin Dirjen Bimas Katolik, rasanya saya tertantang untuk berbagi pandangan.
Tentu banyak teori yang dapat kita jadikan rujukan untuk proses pergantian kepemimpinan dalam lingkup Dirjen Bimas Katolik ini.
Salah satunya saya menggunakan pemikiran tentang "3C" yang secara umum banyak disampaikan di ruang-ruang publik atau di saat-saat pelatihan kepemimpinan.
Pemikiran tersebut antara lain:
1. Character
2. Compentence
3. Clear Vision
Seorang Dirjen Bimas Katolik, siapapun yang nantinya terpilih wajib memiliki Character (karakter) yang baik, rekam jejak yang baik, tidak korup.
Seorang Dirjen Bimas Katolik, siapapun yang nantinya terpilih wajib memiliki Character (karakter) yang baik, rekam jejak yang baik, tidak korup.
BERITA TERKAIT
- Kubik Leadership Soroti Pentingnya Kepemimpinan Berkelanjutan Melalui IDLS 2026
- Kepemimpinan Tenang dan Intelektual Khofifah Sebagai Fondasi Transformasi Kebijakan
- Pertamina Goes to Campus 2026 Tampil Lebih Masif, Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
- Pengasuh Tersangka Pencabulan, Ponpes Al Anwar Mantingan Direkomendasikan Tak Terima Santri Baru
- TASPEN Raih Penghargaan CEO dan COO Terbaik 2026, Bukti Kinerja Kepemimpinan Unggul
- Telkom Mendorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
JPNN.com




