Menteri Jumhur Dorong Tobat Ekologis dan Tanggung Jawab Produsen di ENSIA 2026
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mendorong pelaku usaha tidak berhenti pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi meningkatkan tanggung jawab melalui kepatuhan etik dan pemulihan lingkungan.
Pesan itu disampaikan Jumhur saat berbicara di hadapan para pengusaha penerima Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di Bali, Kamis (10/9).
"Dalam forum ini, KLH melaporkan beberapa hal terkait Gerakan Tobat Ekologis Nasional. Kepatuhan terhadap aturan lingkungan seharusnya sudah tidak menjadi hal yang dielu-elukan lagi," kata Jumhur.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menko Pangan Hanif Faisol Nurofiq, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.
Jumhur mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026 yang mendorong perusahaan bergerak melampaui sekadar pemenuhan aturan atau beyond compliance.
Menurut dia, tahap berikutnya yang perlu didorong ialah restorative activity, yakni tindakan nyata untuk memulihkan kerusakan lingkungan.
"Kita sebagai bangsa secara kolektif pernah melakukan kesalahan terhadap alam dan lingkungan," ujarnya.
Jumhur menjelaskan kepatuhan terhadap lingkungan dapat dibangun melalui tiga pendekatan, yakni moral, nilai-nilai keagamaan, dan instrumen hukum.
Menteri Jumhur Hidayat mendorong tobat ekologis dan tanggung jawab produsen di ENSIA 2026.
- Bea Cukai Dampingi Penerimaan Cukai Pengusaha Rokok di 2 Wilayah Ini
- 7 Kategori Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026, Catat!
- Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Berdampak Aktivitas Ekonomi Lokal Kian Melesat
- Menteri Jumhur Bawa Pesan Indonesia di Pre-COP31, Soroti Implementasi Aksi Iklim
- INACRAFT Oktober Vol. 5, Cara Bank Mandiri Suntik Semangat Youthpreneurs Kriya Lokal
- Terbitkan NPPBKC untuk CV Rencong Makmur Sejahtera, Ini Harapan Bea Cukai Lhokseumawe
JPNN.com




