Menteri LH Beri Peringatan Keras, Pengelola Pasar Caringin Tak Merasa Salah soal Sampah
jpnn.com, BANDUNG - Kepala Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin Bandung (BP3C) Asep A Syarief Hidayat mengungkapkan bahwa penumpukan sampah di TPS Pasar Caringin terjadi akibat pembatasan ritase pengangkutan ke TPA Sarimukti.
Menurutnya, kondisi tersebut memicu akumulasi sampah yang tidak seluruhnya terangkut.
"Biasanya sembilan rit, sekarang hanya tiga rit. Otomatis ada sisa yang menumpuk di TPS," kata Aep di Pasar Induk Caringin, Jumat (16/1).
Aep mengakui sudah menerima peringatan keras dari Menteri Lingkungan Hidup terkait potensi sanksi, termasuk sanksi pidana, jika pengelolaan sampah tidak segera dibenahi.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan karena kelalaian pengelola, tetapi akibat persoalan di hilir, yakni keterbatasan kapasitas dan ritase di TPA Sarimukti.
"Masalahnya bukan keterlaluan kami dalam mengelola, tapi di hilir. Sarimukti dibatasi, jadi kami harus berupaya dengan segala cara," tuturnya.
Menurutnya, pengelola Pasar Caringin rutin melakukan penanganan sampah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang ada, salah satunya melalui teknologi zero waste yang baru beroperasi 1 bulan.
"Kami olah di teknologi dengan 60 persen kapasitas saat ini ya. Sampai kami progresnya bertambah terus. Sisanya kami tiga ritase buang ke Sarimukti," ucapnya.
Pengelola Pasar Induk Caringin mengaku mendapat teguran dari Menteri Lingkungan Hidup karena persoalan pengelolaan sampah.
- Asia Afrika Festival Dihadiri 26 Negara, Bandung Bidik Dampak Ekonomi & Pariwisata
- Malam-malam Polisi Angkut Puluhan Sepeda Motor Berknalpot Bising di Bandung
- Begini Kondisi Walkot Farhan Setelah Pingsan dan Dilarikan ke Rumah Sakit
- Pemkab Bandung Pastikan Stadion Si Jalak Harupat Siap Sambut Piala Presiden 2026
- Pingsan di Balai Kota, Wali Kota Bandung Farhan Dilarikan ke IGD
- Festival Asia Afrika 2026 Dijaga Ratusan Personel, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku
JPNN.com




