Menteri LH Dorong Ekosistem Pengelolaan Limbah B3 dan Medis yang Transparan dan Berkelanjutan
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbah medis.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan penguatan sistem tersebut perlu bertumpu pada tiga hal utama, yaitu keterlacakan (traceability), neraca limbah (mass balance), dan penegakan hukum yang konsisten.
Ketiganya diperlukan untuk memastikan setiap aliran limbah dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan, sekaligus mencegah risiko pencemaran dan penyimpangan dalam pengelolaannya.
Hal tersebut disampaikan Jumhur saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengelolaan limbah PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (13/8).
Dalam kunjungan tersebut, Jumhur mengapresiasi pengalaman PPLI selama lebih dari tiga dekade sebagai salah satu pionir sekaligus benchmark pengelolaan limbah B3 dan medis secara terintegrasi di Indonesia.
"Saya rasa ini baik, contoh baik, dan saya minta ini dipertahankan. Dan bagi para pengusaha yang berminat juga untuk membangun perusahaan atau berbisnis limbah B3, mungkin bisa menjadikan PPLI sebagai benchmarking ya,” kata dia.
Dia meminta agar kualitas tata kelola yang teruji di fasilitas PPLI terus dipertahankan dan ditiru oleh pelaku industri lainnya.
PPLI disebut telah menunjukkan bagaimana praktik pengelolaan terintegrasi dijalankan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong agar pengelolaan limbah terintegrasi dijalankan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
- Tony Saputra: Karhutla Jadi Ancaman Keamanan dan Geopolitik ASEAN
- Menteri Jumhur Dorong Industrialisasi Hijau, Pengembangan EV Jangan Cuma Fokus Ganti Mesin
- Konon, Langkah Menhut Tinjau Penanganan Karhutla Sesuai Perintah Prabowo
- Setelah Memitigasi Kahutla di Riau, Menteri LH Jumhur Besok ke Kalimantan
- Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
- Teknologi Saja Tak Cukup, Lingkungan & Sosial Jadi Aspek Penting PIK Wujudkan Kota Pintar
JPNN.com




