Menteri LH Resmikan Pabrik Pupuk Petroganik

Menteri LH Resmikan Pabrik Pupuk Petroganik
PUPUK - Menteri LH Gusti M Hatta saat menandatangani lempeng prasasti peresmian Pabrik Pupuk Petroganik di Bekasi, Sabtu (5/6). Foto: Eddy Adha/JPNN.
"Sampah harus direduksi dari sumbernya. Dalam pengelolaan sampah, harus tepat untuk mencegah kerusakan alam dari pengolahan sampah yang tidak semestinya," terang Wali Kota Bekasi, Muchtar Muhammad pula.

Dijelaskan, proses pembangunan pabrik ini sendiri membutuhkan waktu selama 45 hari kerja, yang dimulai pada tanggal 6 Februari hingga 21 Maret 2010 lalu. Setelah rampung, sempat dilakukan ujicoba produksi selama dua bulan, sejak 1 April hingga 30 Mei 2010. "Dengan berdirinya pabrik ini, diharapkan akan merubah sampah yang selama ini menjadi masalah perkotaan menjadi penggerak perekonomian daerah, karena memberikan nilai ekonomis yang tinggi," kata Muchtar lagi.

Pembangunan Pabrik Pupuk Petroganik yang memiliki kapasitas maksimum produksi sebesar 40 ton per hari di Kota Bekasi ini, disebutkan berdasarkan pertimbangan matang. Di antaranya yakni ketersediaan bahan baku yang cukup potensial (sampah organik), yang berasal dari setiap pasar di Kota Bekasi. Di mana rata-rata sampah yang dihasilkan setiap pasar mencapai 12 ton per hari, belum lagi bahan baku sampah organik yang berasal dari rumah tangga.

"Sampah padat merupakan limbah manusia yang harus dikelola dengan baik. Jumlah penduduk Bekasi sendiri saat ini mencapai 2,2 juta jiwa, dan setiap jiwanya menghasilkan sampah 2,5 liter per hari, yang berarti ada sekitar 5,7 liter atau 1.400 ton sampah per hari," ungkap Muchtar.

BEKASI - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Prof Dr Ir Gusti M Hatta, Sabtu (5/6) sore, secara resmi mengawali pengoperasian Pabrik Pupuk Petroganik

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News