Mentan: Perlu Diversifikasi Penyediaan Alternatif Sumber Karbohidrat Lokal Nonberas

Mentan: Perlu Diversifikasi Penyediaan Alternatif Sumber Karbohidrat Lokal Nonberas
Mentan Syahrul Yasin Limpo. Foto: Kementan

"Oleh karena itu, agar permintaan pangan lokal tidak terputus, saya menyarakan agar membangun memori positif individual, membangun memori kolektif masyarakat untuk diversifikasi pangan berupa energi restorasi mental, kesiapan bencana dan etnisitas," terang Edi.

Dia melanjutkan, kriteria lainnya adalah memblending pariwisata dengan pangan lokal, kemudian mewariskan keahlian mengolah pangan lokal kepada generasi muda, menambah variasi menu makan untuk gizi seimbang, dan insentif bagi petani.

"Kepeloporan public figure untuk stigma positif pangan lokal juga bisa dianggap penting," tegas Edi.

Narasumber lain, Maria Loretha atau yang biasa disebut “Mama Sorgum” bertekad mengembalikan sorgum ke Bumi Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, NTT adalah negeri biji-bijian yang sejak zaman Belanda, Pulau Lembata sudah dikenal sebagai pulau sereal atau pulau biji-bijian.

"Lahan di NTT 80 persen itu semi arid dengan curah hujan sangat rendah. Mimpi besar NTT adalah bisa menjadi lumbung sorgum nasional di tahun 2025," tegas Maria Loretha.

Ditegaskan Maria, tantangan kondisi lahan di NTT yang berbatu, bertanah dan batu karang berpasir tidak mungkin bisa dikerjakan traktor seperti di tempat lain. Namun, tambah Maria, hal itu berhasil dikalahkan masyarakat NTT yang sudah dipelopori sejak lima tahun lalu.

"Kenapa harus sorgum untuk NTT? Sebab, sorgum bisa menjadi jawaban mengatasi malnutrisi dan gempur stunting di NTT. Sorgum dapat tumbuh dengan baik di kondisi lahan NTT. Banyak sudah penelitian dilakukan baik oleh IPB maupun yang lain dan ada juga dari pengalaman saya pribadi yang merasakan manfaat sorgum," terang Maria.

Saat ini, warga NTT dan Mama Sorgum diberikan bantuan proyek pengembangan sorgum seluas 3000 hektar di 14 kabupaten dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Mama Sorgum bersama Yaspensel Keuskupan Larantuka yang dipimpin Romo Benyamin Daud Pr sudah memastikan ketersediaan benih dengan varietas baik untuk proyek pengembangan ini.

Mentan mendorong diversifikasi pangan lokal untuk mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News