Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah, Legislator: Bukan Solusi
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menilai usul Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi terkait pemindahan posisi gerbong khusus wanita bukan solusi final atas persoalan keselamatan dalam transportasi publik.
"Patut dipahami terlebih dahulu sebagai respons cepat berbasis mitigasi risiko, bukan sebagai solusi final atas persoalan keselamatan transportasi publik," ujar Selly kepada awak media, Rabu (29/4).
Diketahui, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita menyikapi kasus tabrakan kereta di Bekasi, Senin (27/4) kemarin.
Tabrakan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengakibatkan 15 jiwa meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Selly menilai usul Menteri PPPA lahir karena dalam tabrakan kereta di Bekasi menunjukkan gerbong khusus wanita dalam posisi rentan ketika terjadi insiden fatal.
"Namun, jika ditanya apakah ini solusi yang solutif dan cukup? Saya melihat tidak boleh berhenti pada relokasi gerbong semata," ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.
Selly menilai akar persoalan dari isu keselamatan transportasi bukan posisi perempuan dalam sebuah angkutan di ujung atau tengah.
Menurutnya, sistem keselamatan perkeretaapian harus menjamin semua penumpang, perempuan maupun laki-laki, setara terlindungi.
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menilai pemindahan posisi gerbong khusus wanita bukan solusi final atas persoalan keselamatan.
- Tingkatkan Pelayanan, Rudi Hartono Bangun Dukung Peremajaan Gerbong Kereta Api
- MTI Soroti Potret RI: Negara Baru Sibuk Benahi Keselamatan Setelah Tragedi Besar Terjadi
- Dukung Optimalisasi Operasional KA, KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera
- INAPA & Busworld Southeast Asia 2026 Dorong Transformasi Transportasi Publik
- Libur Panjang, Sudah 142.147 Tiket Kereta Api Terjual
- KAI Jakarta Bakal Tutup 40 Pelintasan Sebidang Liar Sepanjang 2026
JPNN.com




