Merah Putih Diturunkan di Aceh, Hasto PDIP Ungkit Pendekatan Dialog, Bukan Represif
jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyayangkan terjadi insiden di Masjid Baiturrahman pada Sabtu (15/8) kemarin, ketika dilaksanakan Peringatan Hari Damai Aceh.
"Ketika peringatan Hari Damai Aceh dilakukan dengan khidmat, kemudian muncul aksi provokasi dengan pengibaran bendera di luar bendera Merah Putih," kata Hasto kepada awak media, Senin (17/8).
Diketahui, terjadi aksi penurunan bendara Merah Putih di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, ketika peringatan hari damai.
Namun, Hasto di sisi lain menyoroti aksi represif hingga terdengar letusan senjata di area masjid menyikapi penurunan bendera.
"Berbagai bentuk tindakan represif apalagi terjadi letusan senjata di masjid, di tempat yang seharusnya disucikan, disakralkan, tidak boleh terjadi," lanjut alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu.
Hasto mengatakan aparat keamanan seharusnya mengedepankan komunikasi ketimbang cara-cara kekerasan.
?"Seluruh aparat keamanan harus berkepala dingin, mengedepankan dialog, penegakan hukum," katanya.
Misalnya, ujar dia, aparat berdialog dengan pengurus Masjid Baiturrahman terkait penurunan bendera Merah Putih.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut aparat keamanan seharusnya memakai pendekatan dialog menyikapi peristiwa penurunan Merah Putih di Aceh.
- Prabowo Bisa Diadang 4 Poros di Pilpres 2029, Ada Solo hingga Cikeas
- Pujian Prabowo untuk Demokrat: Pernah Berkuasa, Pernah Tidak, tetapi Tak Caci Maki
- Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia, PDIP Sangat Kehilangan Sosok Berintegritas Peneliti Ide Bung Karno
- Hasto Kenang Airlangga Pribadi: Intelektual yang Tekun Membumikan Marhaenisme
- Legislator Minta BGN Benahi Sistem Keamanan MBG, Jangan Sampai Keracunan Berulang
- Deddy PDIP Nilai Pidato AHY soal Kekuasaan Bisa Ditafsirkan Sebagai Ketidakpuasan
JPNN.com




