Merajut Papua dengan Asta Cita Presiden Prabowo
Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta
Potensi tumbuhnya besar, tetapi perawatannya harus cermat dan penuh pemahaman mendalam tentang denyut nadi budaya setempat.
Keberhasilannya bergantung pada kemampuan program ini mengakar kuat, menyentuh hati, dan secara nyata membuka jalan bagi energi muda Papua untuk membangun tanah leluhur mereka.
Hanya dengan pendekatan yang holistik dan sensitif, janji strategis dapat terwujud menjadi kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan.
Peluang yang Menggemakan Harapan
Fokus program Asta Cita pada pendidikan berkualitas, penguasaan teknologi, kesehatan, dan pembentukan karakter benar-benar membuka sebuah lorong cahaya bagi masa depan Tanah Papua.
Esensinya bukan terletak pada pembangunan gedung sekolah baru semata, melainkan pada penyiapan generasi dengan pemikiran kritis, keterampilan relevan, dan ketangguhan jiwa.
Melalui program beasiswa yang terintegrasi dan pelatihan vokasi yang diselaraskan dengan potensi alam dan budaya lokal—seperti teknik pertanian organik di dataran tinggi, kelautan berkelanjutan di pesisir, atau pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan noken tradisional—Asta Cita berpotensi mengubah paradigma.
Pemuda Papua dapat bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja yang inovatif.
Program Asta Cita dari pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, dengan delapan pilar strategisnya, hadir sebagai janji penuntun.
- Kabar Baik Seusai Timwas Haji DPR Bertemu Prabowo
- Dukung Program Prabowo Soal PMI, SOKSI-Kementerian P2MI Jalin Kolaborasi
- Prabowo Dikritik karena Sering ke Luar Negeri, Fadli Zon: Diplomasi Presiden bukan Omon-Omon
- MBG & Kopdes Dinilai Sebagai Keberpihakan Prabowo Pada Ekonomi Akar Rumput
- Bela Program Prabowo, Fadli Zon Yakini MBG Tak Mengganggu Rupiah & IHSG
- Sebut Prabowo Selalu Diganggu, Fadli Zon Curigai Pihak Penikmat Comfort Zone
JPNN.com




