Mercedes-Benz: Tombol Fisik Masih Unggul dalam Hal Kepraktisan dan Intuisi
jpnn.com - Setelah beberapa tahun mendorong penggunaan layar sentuh secara masif, Mercedes-Benz kini bersiap “mundur selangkah” dengan mengembalikan tombol fisik di interior mobilnya.
Langkah itu bukan tanpa alasan. Kepala desain Mercedes-Benz, Gorden Wagener, menilai penggunaan layar sentuh yang terlalu dominan justru tidak selalu ramah bagi pengemudi.
Dalam keterangannya, dia menegaskan bahwa tidak semua fungsi di dalam mobil idealnya dikendalikan lewat layar.
Menurut Wagener, desain bukan sekadar soal menghadirkan kesan modern.
Lebih dari itu, bagaimana pengemudi berinteraksi dengan kendaraan juga menjadi pertimbangan utama.
Dalam praktiknya, kontrol berbasis sentuhan dinilai bisa menyulitkan, terutama saat mobil sedang melaju dan pengemudi membutuhkan respons cepat tanpa harus mengalihkan perhatian.
Di titik inilah tombol fisik kembali dilirik. Wagener menyebut kehadiran tombol konvensional masih unggul dalam hal kepraktisan dan intuisi.
Pengemudi bisa meraba dan menekan tombol tanpa harus melihat, sesuatu yang sulit dilakukan pada layar sentuh.
Mercedes-Benz bersiap “mundur selangkah” dengan mengembalikan tombol fisik di interior mobilnya.
- Gubernur Dedi Mulyadi Sulap Mobil Mercedes-Benz Jadi Ambulans Siaga di Tol Cipali
- Gandeng Geely, Mercedes-Benz Siapkan Mobil Listrik yang Lebih Terjangkau
- Perbedaan Mercedes-Benz GLC200 Avantgarde Edition dengan Versi Reguler
- 130 Tahun Mercedes-Benz Trucks: Dari “Kereta Bermotor” hingga Truk Listrik Canggih
- Ambisi Polestar Melampaui Audi hingga BMW
- Setelah Desain Kemudi, Mobil Tiongkok Bakal Diwajibkan Menggunakan Tombol Fisik
JPNN.com




