Merespons Gejolak Timur Tengah

Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta

Merespons Gejolak Timur Tengah
Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen Hubungan Internasional UKI, Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com

Di papan internasional, diplomasi agresif dan aliansi strategis dengan Amerika Serikat menjadi tameng untuk mengamankan pasokan energi dan pasar ekspor.

Di papan domestik, program-program besar seperti MBG, pembangunan perumahan rakyat, dan penguatan koperasi desa dirancang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pencipta lapangan kerja massal.

Tantangan nyata masih menghadang: birokrasi yang berbelit, potensi gejolak harga energi yang tidak terduga, dan risiko oversupply di industri nikel.

Namun, dengan fondasi fundamental yang relatif kuat dan rencana strategis yang telah disusun, Indonesia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga melompat maju.

Optimisme para pemimpin negeri ini terletak pada keyakinan krisis, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi akselerator bagi transformasi ekonomi menuju cita-cita Indonesia Emas.(***)

Konflik di Timur Tengah kian memanas, setelah eskalasi militer yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat mengirim gelombang kejut ke pasar energi dunia.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News