METI Nilai Kolaborasi PGE–PLN IP Bakal Menjawab Tantangan Pengembangan Panas Bumi
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Yudha Permana Jayadikarta menilai penandatangan Head of Agreement (HoA) antara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (IDX: PGEO) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) sebagai langkah strategis.
Pasalnya, langkah itu bakal mendorong agenda ketahanan energi nasional dan percepatan transisi menuju energi bersih.
Yudha percaya kolaborasi ini bisa menjadi awal yang baik untuk mencapai target 3 gigawatt (GW) yang dicanangkan oleh PGE di masa mendatang.
Dia berharap kolaborasi kedua BUMN di bidang energi ini dapat mengurai berbagai tantangan dalam pengembangan panas bumi di Indonesia, mulai dari perizinan, aspek sosial, hingga isu lingkungan. “Pertama, kompleksitas perizinan antarinstansi ini tidak mudah,” ujarnya.
Namun, Ia mengingatkan agar seluruh proses pengembangan tetap sesuai koridor hukum yang berlaku.
“Tentunya harus patuh kepada Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Perpres ini bertujuan untuk mempercepat transisi energi di sektor ketenagalistrikan dengan mendorong pengembangan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara,” papar Yudha di Jakarta, Selasa (5/8).
Lebih lanjut, Yudha mengatakan, tantangan selanjutnya adalah terkait teknologi dan pendanaan. Ia mengungkapkan, “Pengelolaan teknologi baru di lokasi remote dan aktivitas drilling menjadi tantangan operasional yang perlu diantisipasi dengan pendekatan teknis yang tepat.”
Menurutnya, jika tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi, pengembangan panas bumi berpotensi menarik investasi hingga USD 5 miliar, termasuk melalui penerbitan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan (green bond).
Penandatangan Head of Agreement (HoA) antara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (IDX: PGEO) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) sebagai langkah strateg
- PLN Indonesia Power Bidik Ekspansi Bisnis di Kawasan Amlatkar
- Melalui Townhall Meeting, Brantas Abipraya Perkuat Sinergi
- Listrik Mati di Pekanbaru, Lebih 3 Jam, PLN Jadi Sorotan
- KPK Usut Aliran Rp3,5 M ke Ketum HIPMI Akbar Himawan Buchari
- Hamdalah, Per Juni 2926 Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik
- Lewat DEB Keliki, Pertamina Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
JPNN.com




