Meutya Hafid Kerahkan Sivitas Komdigi se-Indonesia untuk Korve Nasional
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak seluruh anak buahnya menjadikan budaya bersih sebagai fondasi disiplin aparatur melalui pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Kegiatan ini diikuti Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, serta seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga membangun lingkungan kerja yang tertib, sehat, dan aman sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang profesional.
Menurut Meutya, kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan cerminan tanggung jawab dan integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Sesuai arahan Pak Presiden, kami bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI,” kata Meutya di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (13/2).
Meutya menegaskan kebersihan kantor tidak boleh bergantung pada petugas kebersihan. Setiap pegawai harus membersihkan ruang kerjanya sendiri.
Oleh karena itu dia mengajak seluruh pejabat dan pegawai membangun kebiasaan korve rutin agar budaya bersih menjadi bagian dari etos kerja.
“Kami sebarkan kegiatan ASRI sampai ke ruang kerja. Kami tidak hanya mengandalkan OB. Kebiasaan ini harus kami lakukan terus,” tuturnya.
Menurut Meutya, kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan cerminan tanggung jawab & integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
- Kerja Sama Digital RI-AS, IBSW Soroti Pentingnya Perlindungan Data
- Kemkomdigi Pantau Sengketa Hukum Bali Towerindo versus Pemkab Badung
- CommuniAction: Generasi Muda Siap Kawal Pelindungan Anak di Ruang Digital
- CommuniAction Dorong Generasi Muda Jadi Konten Kreator yang Bertanggung Jawab
- Menkomdigi: Pers yang Kredibel dan Independen Kebutuhan Dasar Demokrasi
- PP TUNAS Perkuat Peran Orang Tua Dalam Melindungi Anak dari Penipuan Digital
JPNN.com




